SOPPENG,DAULATRAKYAT-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) terus memperkuat literasi keuangan masyarakat melalui kegiatan edukasi bertema “Masyarakat Cerdas Finansial Menuju Kesejahteraan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan” di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Senin (19/10/2026).
Kegiatan yang turut dihadiri oleh Anggota Komisi XI DPR RI, Dr. Ir. Hj. Andi Yuliani Paris, M.Sc., ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan, mendorong pengelolaan keuangan yang bijak, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko aktivitas keuangan ilegal.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, menegaskan bahwa literasi keuangan adalah fondasi penting untuk memastikan masyarakat dapat memanfaatkan akses keuangan secara aman, tepat, dan produktif.
“Pembangunan sektor jasa keuangan tidak hanya diukur dari pertumbuhan industrinya, tetapi juga dari meningkatnya pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan secara bijaksana, aman, dan produktif. Masyarakat yang cerdas secara finansial akan melahirkan keluarga yang tangguh, pelaku usaha yang semakin produktif, serta daerah dengan fondasi ekonomi yang lebih kuat,” ujar Moch. Muchlasin.
Capaian Literasi dan Inklusi Keuangan
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026, tingkat literasi keuangan nasional tercatat sebesar 69,57 persen, dengan tingkat inklusi keuangan mencapai 93,61 persen. Sementara itu, di Provinsi Sulawesi Selatan, tingkat literasi keuangan tercatat sebesar 61,03 persen dan inklusi keuangan mencapai 94,27 persen.
“Literasi keuangan tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan dasar setiap warga negara. Karena itu, edukasi keuangan harus terus diperluas agar masyarakat mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat, mengelola keuangan dengan baik, dan memanfaatkan layanan jasa keuangan secara bertanggung jawab,” tambahnya.
Jangkau Seluruh Lapisan Masyarakat
Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, baik di perkotaan maupun perdesaan, pelaku UMKM, keluarga, hingga generasi muda.
“Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan mengenai produk perbankan atau lembaga keuangan, tetapi juga mencakup kemampuan mengatur pendapatan dan pengeluaran, membangun kebiasaan menabung, memahami pembiayaan sesuai kebutuhan dan kemampuan, serta mempertimbangkan manfaat dan risiko sebelum mengambil keputusan keuangan,” jelas Andi Yuliani Paris.
Melalui kegiatan ini, masyarakat didorong untuk bersikap kritis sebelum menggunakan produk keuangan, memahami informasi serta ketentuan yang berlaku, memastikan legalitas pihak pemberi layanan, serta tidak mudah tergiur oleh iming-iming keuntungan tinggi dalam waktu singkat yang berisiko merugikan secara finansial.
OJK Sulselbar berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam memperluas akses edukasi keuangan demi mendorong pemanfaatan layanan yang aman dan produktif. Dengan demikian, masyarakat diharapkan semakin cakap finansial, memiliki ketahanan ekonomi yang baik, serta mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.


















