MAKASSAR.DAULATRAKYAT “Kita beri waktu 7 menit kepada Suwardi Thahir dan Amrullah Basri untuk duduk bermusyawarah.”
Demikian arahan Ketua Steering Committee, Arman Sewang, yang disampaikan kepada kedua calon Ketua PWI Sulsel periode 2026–2031 di tengah berlangsungnya Konferensi Provinsi. Mendengar arahan tersebut, kedua tokoh pers ini pun meninggalkan ruang sidang untuk berdialog secara tertutup.
Tak lama berselang, Suwardi Thahir kembali memasuki arena musyawarah dengan senyum yang mengembang di wajahnya. Melihat raut wajah penuh percaya diri itu, para peserta langsung menebak bahwa kesepakatan telah tercapai. Tebakan itu pun berubah menjadi kepastian:
Amrullah Basri secara resmi menyatakan mundur dari pencalonan dan memberikan dukungan penuh kepada Suwardi Thahir untuk memimpin organisasi wartawan terbesar di Sulawesi Selatan ini selama lima tahun ke depan.
Keputusan mufakat ini langsung disambut riuh gemuruh dan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta. Rasa haru dan kebahagiaan tak terbendung, seiring para peserta bergegas menyalami dan memeluk Suwardi sebagai Ketua Terpilih PWI Sulsel.
Konferensi Provinsi PWI Sulawesi Selatan yang digelar di Aula Graha Pena Lantai 2, Selasa (2/6/2026), diikuti oleh 302 peserta yang telah diverifikasi memiliki hak suara, serta dihadiri ratusan peserta peninjau. Acara yang dibuka sekitar pukul 10.00 Wita ini akhirnya ditutup secara resmi oleh Wakil Ketua PWI Pusat tepat pada pukul 17.58 Wita.
Kemenangan Suwardi Thahir yang ditentukan dalam waktu singkat “7 menit” ini, sama sekali bukan keberuntungan semata atau bak durian runtuh. Ini adalah hasil dari proses panjang, kerja keras, dan persiapan yang matang serta terencana, sehingga dukungan mengalir deras kepadanya bagaikan bola salju yang kian membesar.
Tanda‑tanda kekuatan dukungan ini sebenarnya sudah terlihat sejak dini. Para pendukung Nomor Urut 2 sudah mulai memenuhi lokasi konferensi jauh sebelum acara dimulai. Padahal pendaftaran baru dijadwalkan pukul 08.00 Wita, namun mereka sudah berdatangan mulai pukul 06.30 pagi.
“Begitu selesai salat Subuh, saya langsung bergegas ke sini,” ungkap Karma, wartawan senior TVRI yang terlihat sudah setia menunggu di lokasi sejak pagi buta.
Bahkan sebelum pukul 08.00 pagi, pelataran gedung hingga ruang istirahat sudah dipenuhi oleh pendukung yang kompak membawa semangat dan harapan baru bagi kemajuan pers di Sulsel.
(Taufiq)


















