• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Senin, November 2, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Senin, November 2, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Perkuat Peran Perempuan Sebagai Penggerak Literasi Keuangan Syariah, OJK Gelar SICANTIKS di Provinsi Banten

Nina Annisa by Nina Annisa
07.10.2025
in Ekobis, Finance, Life Style, News

Banten, 7 Oktober 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya mendorong peran perempuan sebagai penggerak literasi keuangan syariah untuk semakin pandai mengatur perekonomian dan melindungi keluarga dari maraknya kejahatan finansial.

Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi, dalam kegiatan Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (SICANTIKS) yang diikuti ratusan perempuan dari berbagai kelompok dan diselenggarakan di Balai Baladika Kopassus Serang, Provinsi Banten, Selasa.

Dalam sambutannya, Friderica menyatakan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam rumah tangga dan merupakan fondasi utama dalam pembentukan generasi yang cerdas secara finansial. Hal ini diperkuat oleh data OECD yang mencatat 95 persen pelajar mengaku mendapatkan literasi keuangan dari ibu mereka.

“Peran untuk melindungi adalah dengan memberikan edukasi dan literasi, karena itu pentingnya literasi dan edukasi keuangan untuk ibu-ibu semua,” kata Friderica.

Friderica menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang positif antara tingkat literasi keuangan di suatu masyarakat dengan tingkat kesejahteraan keluarga, sehingga penting bagi OJK untuk meningkatkan literasi keuangan kalangan perempuan.

Lebih lanjut, Friderica mengatakan dengan memperkuat literasi keuangan bagi kaum Ibu, maka secara tidak langsung bisa memperbaiki kualitas generasi mendatang dan memajukan perekonomian nasional.

Friderica juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara para pemangku kepentingan terkait dengan pemerintah daerah untuk membuat program literasi keuangan secara berkelanjutan bagi masyarakat.

Di tengah peran krusial perempuan tersebut terdapat tantangan yang dihadapi OJK. ​Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, mencatat indeks literasi dan inklusi keuangan syariah masing-masing baru mencapai 43,42 persen dan 13,41 persen. Angka ini menunjukkan gap yang cukup signifikan dibandingkan dengan indeks keuangan nasional yang telah menyentuh 66,46 persen untuk literasi keuangan dan 80,51 persen untuk inklusi keuangan.

Gap literasi dan inklusi ini membuka celah kerentanan masyarakat terhadap berbagai modus kejahatan finansial digital yang kian masif. Oleh karena itu, OJK secara tegas memperingatkan publik akan ancaman serius mulai dari investasi ilegal, pinjaman online fiktif, social engineering, hingga penipuan berkedok file APK via WhatsApp.

OJK menjawab tantangan tersebut dengan menjalankan strategi komprehensif melalui berbagai program, diantaranya SICANTIKS, Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS), Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS), dan Indonesia Anti-Scam Center (IASC). Berdasarkan data OJK, hingga September 2025 IASC telah menyelamatkan potensi kerugian sebesar Rp2,25 miliar dari penipuan di sektor jasa keuangan syariah.

Kegiatan SICANTIKS di Banten merupakan wujud sinergi antara OJK dengan para pemangku kepentingan di daerah, termasuk Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW), dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten. OJK meyakini bahwa kolaborasi yang solid adalah kunci untuk mewujudkan ekosistem keuangan syariah yang inklusif dan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat secara merata.

Program Sahabat Ibu Cakap Literasi dan Inklusi Keuangan ini merupakan komitmen OJK dan bentuk nyata cinta kepada keuangan syariah, serta upaya memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Previous Post

Perkuat Ketahanan Keuangan di Tengah Disrupsi Teknologi dan Pergeseran Lanskap Global, The 3rd OJK International Research Forum 2025

Next Post

DPR Usul, OJK Siap Setujui Bertahap Kenaikan Free Float Jadi 30 Persen

Next Post

DPR Usul, OJK Siap Setujui Bertahap Kenaikan Free Float Jadi 30 Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In