• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Jumat, November 6, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Jumat, November 6, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Mentan RI: Pemerintah Permudah Petani Dalam Hal Pengambilan Pupuk Bersubsidi Bisa Gunakan KTP

by
04.02.2024
in Berita

Palopo, daulatrakyat.id — Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, mengatakan bahwa saat ini pemerintah terus mempermudah petani dalam hal pengambilan pupuk bersubsidi dengan menggunakan kartu tanda penduduk (KTP), selain kartu tani.

“Cara ngambil pupuk, gak usah macam-macam, jangan dipersulit. Mulai hari ini, untuk wilayah Luwu Raya dan Tana Toraja, boleh menggunakan KTP. Kalau tak punya kartu tani, itu sudah bisa ditebus untuk dapat pupuk,” tegas Mentan Amran saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Temu Pekebun di Lapangan Pancasila Kota Palopo, Sulsel, Sabtu (3/2/2024).

Ia menegaskan, pengambilan pupuk oleh petani di tingkat pengecer tak boleh dipersulit. Sebab ada konsekuensi jika petani dipersulit untuk mendapatkan pupuk. “Para pengecer, tolong, jangan dipersulit kalau petani butuh pupuk. Kalau ada pengecer yang mempersulit petani, aku pastikan, aku cabut izinnya,” tegasnya.

Kakak dari mantan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, ini terus berupaya agar petani di Indonesia tidak lagi kesulitan mendapatkan pupuk hanya karena regulasi yang kurang sempurna. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya terus berupaya mencari solusi agar petani dapat memanfaatkan pupuk untuk melakukan budidaya tanaman dengan baik.

“Jangan mempersulit petani. Kalau kita mempersulit petani, sama saja kita mempersulit negara. Kenapa? Karena petani itu pasukan terdepan untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia,” jelas menteri yang sudah dua kali menjabat Menteri Pertanian di era Presiden Jokowi ini.

“Ketahanan pangan itu identik dengan ketahanan negara. Kalau pangan kita bermasalah, berarti negara juga bermasalah. Kalau tidak ada pangan, tidak ada negara. Olehnya itu, petani, pekebun dan peternak adalah pahlawan pangan sesungguhnya,” ucapnya menambahkan.

Masih Amran, pangan adalah soal hidup matinya bangsa. Sehingga ketika terjadi krisis pangan, maka akan berdampak luas pada sektor-sektor yang lain. “Kalau krisis pangan, akan berdampak ke krisis politik dan bisa saja terjadi konflik sosial. Ini tak boleh terjadi,” tandasnya. (lhr/jal/dr)

Previous Post

Lepas 100an Peserta Motoplax In Action, PJ Sekda Harap Jadi Ajang Promosi Kota Makassar

Next Post

Polres Luwu Aktifkan Razia Kepolisian Pada Jalur Trans Sulawesi Sebagai Wujud Crime Prevention

Next Post

Polres Luwu Aktifkan Razia Kepolisian Pada Jalur Trans Sulawesi Sebagai Wujud Crime Prevention

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In