• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Selasa, November 3, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Unismuh Hadirkan Kepala Badan Bahasa Kemdikbud RI, Bahas Penguatan Literasi dalam Transformasi Pendidikan Tinggi

by
21.06.2023
in News, Pendidikan

MAKASSA.DAULATRAKYAT.ID. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemdikbudristek, Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D., menyampaikan Orasi Ilmiah dengan tema “Penguatan Literasi dalam Rangka Transformasi Pendidikan Tinggi” dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Milad 60 Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Orasi tersebut disampaikan di Balai Sidang Muktamar Unismuh Makassar pada hari Senin, 19 Juni 2023.

Dalam orasinya, Prof. Aminudin membahas dampak Revolusi Industri 4.0 terhadap dunia kerja. Ia menyatakan bahwa dengan adanya teknologi saat ini, sekitar 9% pekerjaan memiliki 90% hingga 100% aktivitas yang dapat diotomasi, seperti pekerjaan buruh perakitan dan operator mesin.

Selain itu, terdapat sekitar 42% pekerjaan yang lebih dari 50% aktivitasnya dapat diotomasi. Namun, pekerjaan yang membutuhkan kemampuan bernalar dan interpersonal, seperti psikiater dan legislator, termasuk dalam jenis pekerjaan yang tidak terlalu terdampak oleh otomasi.

Tren kebutuhan dunia kerja terkait keterampilan aras tinggi (High-Order Skills) juga menjadi perhatian Prof. Aminudin. Selama hampir setengah abad, dari tahun 1960 hingga 2009, permintaan tenaga kerja untuk pekerjaan manual dan rutin mengalami penurunan, sementara permintaan tenaga kerja untuk pekerjaan nonrutin yang membutuhkan keterampilan interpersonal dan analitis meningkat secara konstan.

Dalam beberapa tahun ke depan, sepertiga keterampilan yang diperlukan oleh mayoritas okupasi akan terdiri dari keterampilan-keterampilan yang saat ini belum dianggap penting.

Dalam konteks ini, Prof. Aminudin mengungkapkan perlunya Keterampilan 4 C di Era Revolusi Industri 5.0, yaitu Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah (Critical Thinking and Problem Solving), Kreativitas dan Inovasi (Creativity and Innovation), Kolaborasi (Collaboration), dan Komunikasi (Communication).

Prof. Aminudin juga membahas permasalahan literasi di Indonesia. Menurutnya, krisis pembelajaran di Indonesia telah berlangsung lama dan belum mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Studi-studi nasional dan internasional, termasuk PISA, menunjukkan bahwa banyak siswa di Indonesia tidak mampu memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. Skor PISA tidak mengalami peningkatan signifikan dalam 10 sampai 15 tahun terakhir.

Sekitar 70% siswa usia 15 tahun berada di bawah kompetensi minimum dalam membaca dan matematika. Terdapat kesenjangan yang besar antara wilayah dan kelompok sosial ekonomi dalam hal kualitas belajar, dan krisis belajar ini semakin parah setelah pandemi.

Prof. A minudin menawarkan solusi atas berbagai persoalan tersebut dengan menegaskan pentingnya penguatan literasi. Ia mengutip konsep literasi modern dari Lemke dan Kress (2003), yang menyatakan bahwa literasi melibatkan kemampuan membaca, menulis, menyimak, berbicara, menghitung, berpikir kritis, menginterpretasi, berkomunikasi, mencipta, menggunakan bahan cetak dan tertulis dalam berbagai konteks, serta membaca dalam layar.

“Literasi tidak hanya terbatas pada bahasa, tetapi juga melibatkan desain berbasis multimedia,” ujarnya.

Prof. Aminudin juga mengutip Alvin Toffler dalam orasinya, bahwa di abad ke-21, orang yang tidak berliterasi bukanlah mereka yang tidak mampu membaca dan menulis, tetapi mereka yang tidak mampu menjadi pembelajar, tidak mau belajar, dan tidak pernah belajar.

Dalam konteks ini, peran Badan Bahasa Kemdikbudristek menjadi sangat penting. Badan tersebut memiliki tanggung jawab untuk menguatkan literasi melalui berbagai program dan kegiatan. Dengan meningkatkan kemampuan literasi, diharapkan masyarakat Indonesia akan mampu menghadapi perubahan dan tuntutan zaman yang semakin kompleks.

Prof. Aminudin mengajak seluruh pihak terkait, termasuk universitas dan lembaga pendidikan, untuk bersama-sama mengatasi krisis literasi dan mengembangkan program-program yang dapat meningkatkan kemampuan literasi masyarakat. Dalam era Revolusi Industri 5.0 yang semakin maju, penguasaan literasi menjadi kunci sukses dalam menghadapi tantangan global.

Orasi ilmiah yang disampaikan oleh Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D. dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Milad 60 Unismuh Makassar menjadi panggilan penting bagi semua pihak untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi dalam transformasi pendidikan tinggi dan menghadapi era perubahan yang semakin cepat.

Previous Post

Gerak Sulbar Gelar Demo, Kantor PT. Brantas Kosong

Next Post

Disdukcapil Luwu Utara Lakukan Pelayanan Jemput Bola di Tiap Kecamatan Tanpa Pungut Biaya

Next Post

Disdukcapil Luwu Utara Lakukan Pelayanan Jemput Bola di Tiap Kecamatan Tanpa Pungut Biaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In