• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Senin, November 2, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Senin, November 2, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Kepemimpinan Bukan Soal Jenis Kelamin, tapi Potensi yang Dimiliki

by
14.03.2021
in Berita

Makassar, daulatrakyat. id — Di era demokrasi yang serba terbuka, kepemimpinan adalah kompetisi.

Di mana semua orang punya hak untuk tampil menjadi leader atau pemimpin, dengan syarat, dia harus memiliki kemampuan, kapabilitas dan yang terpenting, punya potensi.

Berbicara soal potensi, Sulawesi Selatan memiliki banyak tokoh muda potensial yang saat ini menduduki jabatan Kepala Daerah.

Sebut saja Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani. Bupati 44 tahun ini menjadi istimewa karena dialah Bupati perempuan pertama di Sulsel.

Tak salah ketika Majelis Sinerji Kalam (MASIKA) Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Sulawesi Selatan mendaulat Bupati Indah Putri Indriani sebagai narasumber dalam Forum Dialog Publik yang digelar di Hotel Continent Makassar, Sabtu (13/3/2021).

Dalam paparannya, Indah mengatakan, generasi muda memiliki cita-cita jadi pemimpin, baik di lingkup organisasi maupun pemerintahan.

“Jangan takut berkompetisi, tapi ingat berkompetisi modalnya potensi. Silakan siapkan diri jika ingin jadi pemimpin,” kata Indah.

Dikatakan Indah, saat ini, pemimpin muda sudah menjadi fenomena. Namun hal itu bukan pemandangan baru.

“Kita lihat sejarah, Soekarno jadi Presiden di usia 44 tahun. Jadi, siapapun yang punya potensi, silakan berkompetisi, jangan lihat jenis kelamin,” tandasnya.

Hal menarik dalam Forum Dialog Publik ini adalah diskusi tentang kepemimpinan muda yang menjadi harapan baru di Provinsi Sulawesi Selatan.

Tentu ini sejalan dengan tema yang diangkat dalam forum tersebut, yakni “Pemimpin Muda, Harapan Baru.”

Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Makassar, Andi Luhur Prianto, yang juga menjadi salah satu narasumber, menyebutkan, ada tiga poin yang harus diperhatikan oleh pemimpin muda yang saat ini menjadi nakhoda di daerah masing-masing.

Ketiga poin itu adalah pemikiran atau program tidak dibatasi oleh periodisasi masa jabatan. Harus berpikir mewariskan sistem program yang bisa dilanjutkan dan dinikmati setelah dirinya menjabat. “Bukan hanya mewariskan infrastruktur,” jelas Luhur.

Dosen Fisip Unismuh ini menambahkan, poin kedua, pemimpin muda harus membentengi diri dari perilaku menyimpang.

Yang ketiga, kata dia, pemimpin muda harus bisa mendorong tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

“Pemimpin muda jangan takut berdialog, karena dengan dialog bisa juga menghasilkan solusi-solusi cerdas,” pungkasnya.

Turut pula hadir sebagai narasumber, Bupati Maros Chaidir Syam, TGUPP Sulsel Bidang Pendidikan, Prof Hari Tahir, dan Koordinator Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Sulsel Ema Husain (lh/jal)

Previous Post

Kepala Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Next Post

Tambahan TPP Untuk Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian Lutra Alami Kenaikan, Segini Besarannya

Next Post

Tambahan TPP Untuk Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian Lutra Alami Kenaikan, Segini Besarannya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In