Search
Close this search box.

Pimpin Rapat Forkopimda, Bupati Andi Abdullah Rahim Matangkan Pengamanan Wisata Lebaran

Luwu Utara, daulatrakyat.ud – Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat koordinasi di Warkop Remaja dalam rangka persiapan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama momentum libur Lebaran 1447 H, Jumat, 20 Maret 2026
Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, dengan fokus utama memastikan suasana tetap aman, kondusif, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat serta wisatawan.

Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya menjaga stabilitas daerah sejak malam takbiran hingga pelaksanaan Salat Id, serta periode libur hingga tanggal 25 Maret 2026. Ia juga mengingatkan perlunya mengantisipasi lonjakan jumlah pemudik yang berpotensi meningkatkan kunjungan ke lokasi wisata, khususnya wisata alam dan sungai.
“Berdasarkan informasi dari BMKG, curah hujan di wilayah Luwu Utara cukup tinggi. Karena itu, perlu disiapkan informasi yang akurat di lokasi wisata, termasuk papan imbauan dan pengeras suara,” ujar Bupati.

Ia meminta Dinas Kominfo segera menyiapkan flyer berisi informasi kondisi cuaca terkini, kesiapan lokasi wisata, serta panduan keselamatan bagi pengunjung. Sejumlah titik wisata yang menjadi perhatian antara lain wilayah Masamba seperti bendungan air panas, Maipi, bantaran Sungai Masamba, Tandung Desa Baloli dan Desa Kamiri, Sulili Desa Radda, Sabbang Selatan (Sarambu Alla’), DAS Rongkong, Bone-Bone (Banti Murung), serta Sukamaju (Sungai Tamboke).

Sementara itu, Kapolres Luwu Utara, AKBP Nugraha Pamungkas S.I.K M.H menekankan pentingnya kesiapan sarana keselamatan seperti papan peringatan, pengeras suara, dan pelampung. Ia juga mengusulkan pembatasan operasional beberapa objek wisata guna menghindari penumpukan pengunjung serta menyesuaikan dengan keterbatasan personel.
“Perlu diterapkan sistem jam kunjungan agar tidak terjadi penumpukan. Selain itu, pendataan wisatawan dan penanggung jawab rombongan juga harus dilakukan,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya peta kedalaman air dan pemasangan jaring pengaman arus sungai di lokasi rawan.

Dari unsur TNI, Pabung Kodim 1403 Palopo, Kapten Sukardi, menyampaikan perlunya pembentukan tim khusus di setiap titik wisata seperti Tamboke, Banti Murung, dan Sarambu Alla’. Tim ini diharapkan memiliki kemampuan deteksi dini terhadap potensi banjir maupun kondisi berbahaya lainnya, termasuk di kawasan wisata pantai yang harus memperhatikan arus dan gelombang.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dengan menyiagakan ambulans di masing-masing puskesmas serta kehadiran personel Satpol PP di lokasi wisata.

Kepala BPBD juga melaporkan bahwa sistem early warning telah tersedia di beberapa titik, termasuk Maipi.

Danyon D Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel di Baebunta Kompol Laode Rusli, S.E.. juga menegaskan pentingnya peran petugas di lapangan yang memegang pengeras suara (toa) untuk aktif memberikan imbauan kepada masyarakat. Ia mengusulkan pembentukan grup koordinasi antisipasi bencana yang aktif hingga puncak arus balik Lebaran.

Sementara Camat Masamba, Sri Alam menambahkan bahwa wilayah Maipi merupakan daerah rawan, sehingga perlu perhatian khusus, termasuk penentuan titik evakuasi dan pemasangan papan informasi di lokasi strategis.
“Koordinasi dengan ORARI akan ditindaklanjuti untuk mendukung komunikasi lapangan. Kita juga akan melibatkan pemerintah desa dalam kesiapsiagaan,” ujarnya.

Dengan langkah ini, Pemkab Luwu Utara optimistis suasana libur Lebaran dapat berjalan aman, tertib, dan tetap menyenangkan bagi seluruh masyarakat dan pengunjung.(uck/jal)

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/