
Luwu Utara, daulatrakyat.id — Para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Utara Daerah Pemilihan (Dapil) 3 menggelar kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun Anggaran 2026–2027. Kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat ini berlangsung di Aula Kantor Camat Bone-Bone, Kecamatan Bone-Bone, pada Rabu (14/10/2026).
Kegiatan reses tersebut dibuka secara resmi oleh Camat Bone-Bone, Verawati Suhadi. Turut hadir dalam kesempatan tersebut para anggota DPRD Luwu Utara Dapil 3, para Kepala Desa se-Kecamatan Bone-Bone beserta jajaran perangkat desa, Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Luwu Utara atau yang mewakili, Kapolsek Bone-Bone, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Camat Bone-Bone Verawati Suhadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada para wakil rakyat Dapil 3 yang telah hadir langsung untuk mendengarkan dan menampung aspirasi warga Kecamatan Bone-Bone.
Verawati menegaskan bahwa reses merupakan momentum krusial untuk membangun kolaborasi yang solid antara pemerintah kecamatan, desa, dan wakil rakyat di parlemen. Melalui forum ini, usulan-usulan prioritas masyarakat—baik di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan dasar—dapat dikawal bersama.
“Namun tentu, perencanaan pembangunan ini harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada. Kita semua menyadari kondisi keuangan dan anggaran daerah kita saat ini sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja,” ujar Verawati mengingatkan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Reses Dapil 3, Suaib Latif (politisi Partai Kebangkitan Bangsa/PKB), menyampaikan bahwa reses ini merupakan langkah awal dalam mengawal program kerja Tahun Anggaran 2026–2027.
Suaib memberikan gambaran optimistis mengenai kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026, khususnya terkait program-program prioritas yang telah ditetapkan.
“Ada angin segar bagi kita semua. Bayangannya sudah jelas, khususnya untuk sektor infrastruktur, di mana konsultan pelaksana sudah turun ke lapangan untuk melakukan persiapan dan penjabaran teknis. Informasi dari pihak eksekutif memastikan beberapa agenda pembangunan di tahun 2026 siap untuk dilaksanakan,” ungkap Suaib.
Sementara itu, anggota DPRD Luwu Utara dari Partai Amanat Nasional (PAN), Heriansyah Efendi, menyoroti pentingnya koordinasi lintas tingkatan pemerintah, khususnya terkait penanganan dan perbaikan jalan nasional maupun provinsi yang melintasi wilayah Bone-Bone.
Heriansyah mengimbau para Kepala Desa untuk aktif mengajukan proposal kebutuhan fasilitas jalan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya untuk pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) dan rambu-rambu lalu lintas.
“Kami minta Kepala Desa membuat proposal permohonan lampu jalan dan rambu lalu lintas yang diketahui oleh Camat serta Dinas Perhubungan. Pihak provinsi menyampaikan kepada kami bahwa mereka tidak dapat menindaklanjuti atau mengetahui apa yang menjadi kebutuhan daerah jika tidak ada permohonan resmi yang masuk,” jelas Heriansyah.
Melalui reses ini, diharapkan seluruh aspirasi dan proposal yang dihimpun dari para Kepala Desa dan tokoh masyarakat Kecamatan Bone-Bone dapat menjadi bahan pokok pikiran (Pokir) DPRD untuk diperjuangkan dalam penganggaran daerah maupun provinsi.(jal)

















