
Luwu Utara, daulatrakyat.id — Tantangan dunia pendidikan yang berhadapan langsung dengan karakteristik Generasi Z dan Generasi Alpha mendorong para tenaga pendidik di Kabupaten Luwu Utara untuk terus beradaptasi. Sebanyak 134 guru menghadiri kegiatan peningkatan kompetensi yang berlangsung di Hotel Remaja Masamba, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Luwu Utara, Jumail Mappile, S.IP., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya bagi para guru untuk menyesuaikan metode pengajaran sesuai perkembangan zaman, khususnya melalui integrasi teknologi di dalam ruang kelas.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah dan tokoh pendidikan, di antaranya Kepala Bidang Pembinaan SD Muhammad Arif, S.Pd.I., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Wilayah XII Andi Lalak, S.Pd., M.Pd., Ketua PGRI Kabupaten Luwu Utara Ismaruddin, S.Pd., serta Ketua APKS Muhammad Akbar, S.Pd.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Dr. Ardi Noor, S.Pd., M.Si. dan Asisten Jumair Risa, S.Pd., M.Pd. Sepanjang sesi pelatihan, para peserta membekali diri dengan pelbagai materi praktis berbasis teknologi, seperti:
Pengantar kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan diantaranya, Teknik pembuatan prompting yang efektif, Pembuatan komik digital dan generator infografis, Penyusunan perangkat ajar menggunakan diferensiasi AI, Perancangan layout Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis AI dan Pembuatan slide presentasi futuristik menggunakan AI
Ketua PGRI Luwu Utara, Ismaruddin, menegaskan bahwa pemanfaatan AI harus diposisikan sebagai alat bantu pembelajaran, bukan tujuan akhir.
“AI diharapkan dapat membantu perancangan, pelaksanaan, hingga asesmen pembelajaran secara berdiferensiasi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.”jelasnya
Meski begitu, Ismaruddin mengingatkan agar peran utama guru sebagai pendidik karakter tetap menjadi prioritas. Penanaman nilai moral dan etika yang kuat sangat diperlukan untuk menepis potensi perilaku menyimpang pada peserta didik, seperti penipuan atau penyalahgunaan narkoba, tawuran, judi online, dan paparan konten pornografi. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas generasi antara guru senior dan junior untuk saling berbagi kompetensi pedagogi serta penguasaan teknologi.
Rangkaian kegiatan resmi ditutup oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Utara, H. Kamaluddin Aldan, S.Pd., M.M. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini dan berharap program serupa terus berlanjut. Sebagai langkah keberlanjutan, Kadisdik menginisiasi rencana penyelenggaraan kelas program berbahasa Inggris di Kabupaten Luwu Utara pada tahun 2027 mendatang.(jal)

















