• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Kamis, November 5, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Kamis, November 5, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Kolaborasi Uni Eropa dan Save the Children Indonesia Perkuat Perlindungan dan Kemandirian Ekonomi Perempuan di Tana Luwu

Jalil Lutra by Jalil Lutra
23.07.2026
in Berita

Luwu Utara, daulatrakyat — Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, H.E. Denis Chaibi, bersama rombongan melakukan kunjungan kehormatan ke salah satu desa di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Selasa, (21/7/2026).

Tim rombongan meninjau implementasi Program ELEVATE (Economic Livelihood Capabilities and Violence Elimination for Women), sebuah inisiatif kolaboratif yang didanai Uni Eropa dan dipimpin oleh Save the Children Indonesia guna memutus rantai kerentanan berbasis gender di Tana Luwu melalui integrasi sistem perlindungan penyintas dan pemberdayaan ekonomi perempuan yang holistik.

Hadir mendampingi Duta Besar, Programme Manager Human Rights, Democracy, Gender and Migration Uni Eropa, Saiti Gusrini, dan Chief Operating Officer (COO) Save the Children Indonesia, Agni K. Pratama. Kehadiran mereka disambut hangat jajaran pemerintah daerah dan masyarakat salah satu desa dampingan program.

Kegiatan program didasarkan pada data BPS yang menunjukkan tantangan berlapis di Tana Luwu. Luwu Utara memiliki skor Indeks Ketimpangan Gender (IKG) sebesar 0,51, menjadikannya daerah dengan skor IKG tertinggi kedua di Sulsel setelah Kabupaten Luwu.

Kondisi ini juga tecermin dari situasi lapangan kerja di Sulsel, di mana 65,29 persen perempuan terbebani oleh pekerjaan domestik tidak dibayar atau sektor pertanian bernilai rendah.

Program ELEVATE menjawab tantangan ini secara holistik dengan memadukan sistem perlindungan penyintas Kekerasan Berbasis Gender (KBG) dan pemberdayaan ekonomi perempuan.

Selain memfasilitasi pembentukan Satgas Penanganan dan Pencegahan KBG berbasis komunitas di desa untuk memitigasi kasus-kasus kekerasan, termasuk perkawinan anak, program ini juga membantu memfasilitasi kelompok simpan pinjam desa (VSLA) dan unit usaha untuk mendukung kemandirian ekonomi perempuan.

Ketua TP-PKK Luwu Utara, Ir. Misnawati Andi Abdullah Rahim, S.T., M.T., menegaskan bahwa kehadiran Program ELEVATE menjadi momentum penting untuk menyelaraskan pembangunan daerah dengan penguatan kapasitas manusia secara inklusif.

“Kolaborasi multipihak melalui Program ELEVATE ini adalah langkah nyata untuk meruntuhkan tembok ketimpangan gender dan kemiskinan di Luwu Utara. Kami berkomitmen penuh untuk mendukung kemandirian ekonomi perempuan di desa, dan memastikan anak-anak dapat tumbuh di lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan, dan terjaga hak-haknya,” tegas Misnawati.

Duta Besar Uni Eropa, H.E. Denis Chaibi, menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen kuat pemda dan partisipasi aktif masyarakat.

Ia menekankan bahwa kesetaraan gender dan penguatan hak perempuan adalah fondasi utama dari pembangunan berkelanjutan yang inklusif, dan Uni Eropa bangga dapat mendukung transformasi positif ini di Tana Luwu.

Chief Operating Officer (COO) Save the Children Indonesia, Agni K. Pratama, menyatakan bahwa keberhasilan program perlindungan anak dan perempuan tidak dapat dilepaskan dari penguatan fondasi ekonomi di tingkat keluarga.

“Melalui integrasi perlindungan perempuan dan penguatan ekonomi keluarga, kita secara langsung sedang membangun fondasi lingkungan yang lebih aman dan sejahtera bagi anak-anak untuk tumbuh,” jelas Agni.

“Ketika para ibu berdaya secara finansial dan terlindungi dari kekerasan, hak-hak dasar anak, mulai dari nutrisi, pengasuhan yang layak, hingga pendidikan, dapat terpenuhi dengan jauh lebih baik,” sambungnya.

Hingga November 2029, Program ELEVATE akan diimplementasikan di 20 desa yang tersebar di tiga kabupaten (Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur).

Implementasi ini digerakkan bersama mitra konsorsium lokal yang berpengalaman, meliputi Forum Pengada Layanan (FPL), Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP) Bone, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) APIK Sulsel, Sulawesi Cipta Forum (SCF), dan Perkumpulan Wallacea.

Secara bertahap, program ini menargetkan peningkatan kapasitas bagi 19 institusi penyedia layanan kasus, pembentukan 20 gugus tugas berbasis masyarakat di daerah terpencil, serta memberikan pelatihan kewirausahaan pertanian dan literasi keuangan bagi 300 perempuan, di mana 60 peserta terpilih di antaranya akan mendapatkan inkubasi bisnis intensif melalui pemanfaatan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). (lhr/jal)

Previous Post

Wali Kota dan Sekda Makassar Ikuti Wawancara Jamsostek Award Sulsel 2026

Next Post

Sekda Terima Audiensi KONI Kota Makassar

Next Post

Sekda Terima Audiensi KONI Kota Makassar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In