• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Selasa, November 3, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Menghubungkan Pulau Terluar, Walikota Makassar Munafri Arifuddin Resmi Luncurkan “Pete-Pete Laut” Gratis

Nina Annisa by Nina Annisa
12.06.2026
in News, Pemkot Makassar

MAKASSAR.DAULATRAKYAT  Pemerintah Kota Makassar resmi meluncurkan program transportasi gratis antarpulau yang diberi nama “Pete-Pete Laut” di wilayah Kepulauan Sangkarrang. Program strategis ini diinisiasi langsung oleh Walikota Makassar untuk membuka aksesibilitas, meningkatkan konektivitas, serta membantu mobilitas warga di pulau-pulau terluar Kota Makassar.

Acara soft launching yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Kepala SKPD, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang menyambut antusias kehadiran moda transportasi massal laut tersebut.

​Uji Coba Rute dan Operasional Gratis

​Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Makassar, Moh Reza, dalam laporan pelaksanaannya memaparkan bahwa untuk tahap awal program ini, pihaknya mengoperasikan Kapal Banawa Nusantara 27. Kapal ini merupakan aset hibah dari Kementerian Perhubungan yang telah direnovasi total dengan anggaran pemeliharaan murni sebesar Rp100 juta agar siap beroperasi dengan standar kelayakan yang tinggi.

​Moh Reza menjelaskan bahwa Pete-Pete Laut ini akan beroperasi gratis sekali sepekan setiap hari Senin, dimulai pukul 07.00 WITA. Adapun uji coba rute keliling moda transportasi ini dimulai dari Pulau Barang Lompo sebagai titik awal keberangkatan, kemudian bergerak menuju Pulau Bone Tinabung (Bone Tambu), Pulau Lumu-Lumu, Pulau Langkai, dan Pulau Lanjukang yang merupakan pulau paling ujung Kota Makassar, sebelum akhirnya bertolak kembali ke Pulau Barang Lompo.

​Ia juga menambahkan bahwa seluruh awak kapal yang terdiri dari 5 orang personel telah mengantongi sertifikasi keselamatan maritim internasional, termasuk Basic Safety Training (BST). Sasaran utama dari penumpang moda transportasi ini adalah para tenaga pendidik (guru), tenaga kesehatan, pelajar, dan masyarakat umum di Kepulauan Sangkarrang.

​Niat Tulus Pemerintah dan Penyerahan Bantuan Rp1,2 Miliar

​Sementara itu, Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam sambutannya menyatakan bahwa ide Pete-Pete Laut ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap sulitnya akses transportasi yang dihadapi warga pulau, khususnya saat hendak menyeberang ke pulau tetangga karena ketiadaan angkutan umum. Munafri menegaskan bahwa setiap perjalanan kapal ini tidak dipungut biaya alias gratis demi meringankan beban ekonomi masyarakat secara langsung.

​Selain meluncurkan program transportasi, Walikota Munafri Arifuddin juga menyerahkan berbagai bantuan strategis pemerintah untuk kawasan kepulauan secara simbolis. Bantuan yang diserahkan mencakup dana pendidikan senilai Rp1,2 Miliar untuk perbaikan sarana sekolah sekaligus alokasi beasiswa bagi anak-anak pulau, serta penyerahan bantuan bibit pohon sukun (bakara) untuk menunjang gerakan penghijauan di lingkungan kepulauan.

​Sambangi Pulau Bone Tinabung dan Tekankan Aspek Keselamatan

​Usai meresmikan peluncuran Pete-Pete Laut, Walikota Munafri Arifuddin langsung bertolak menyambangi Pulau Bone Tinabung menggunakan kapal guna membagikan paket bantuan secara langsung sekaligus meninjau kondisi infrastruktur wilayah setempat. Mengingat beberapa titik perairan di pulau tujuan termasuk di Pulau Bone Tinabung memiliki kondisi yang cukup dangkal dengan kedalaman yang hanya berkisar 1 meter, Walikota menginstruksikan jajaran Dinas Perhubungan untuk menyiapkan kapal pengumpan (feeder) serta merencanakan pembangunan dermaga yang lebih layak ke depan.

​Di akhir arahannya, Walikota Munafri Arifuddin memberikan peringatan keras kepada Dinas Perhubungan untuk mengutamakan aspek keselamatan penumpang di atas segalanya. Beliau menekankan bahwa aspek keamanan tidak boleh ditawar, tidak boleh ada overload atau kelebihan muatan, dan semua masyarakat yang naik wajib mendapatkan jatah life jacket dengan rasio satu jaket untuk satu orang. Sarana telekomunikasi di kapal juga harus dipastikan berfungsi maksimal selama berlayar demi mengantisipasi segala situasi darurat.

Previous Post

Ombudsman RI Apresiasi Pelayanan Publik Pelindo di Makassar, Dorong Penguatan Budaya Antimaladministrasi

Next Post

Perkuat Penegakan HAM, Bupati Luwu Utara Terima Kunjungan Kakanwil KemenHAM Sulsel

Next Post

Perkuat Penegakan HAM, Bupati Luwu Utara Terima Kunjungan Kakanwil KemenHAM Sulsel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In