MAKASSAR.DAULATRAKYAT. Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan kunjungan langsung menyambangi Pulau Bone Tinabung (Bone Tambu) guna meninjau kondisi infrastruktur wilayah sekaligus berdialog langsung dengan masyarakat setempat.
Dalam kunjungan tersebut, Walikota menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk memastikan pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, dan aksesibilitas transportasi.
Menanggapi keluhan warga terkait fasilitas pendidikan, Munafri mengungkapkan bahwa rencana awal perbaikan gedung sekolah yang rusak belum bisa diakomodasi pada anggaran perubahan tahun 2026 ini karena membutuhkan pembenahan secara menyeluruh.
Sebagai solusinya, Pemerintah Kota Makassar akan memasukkan program revitalisasi total untuk bangunan SD dan SMP di Pulau Bone Tinabung pada anggaran pokok tahun depan. Langkah ini juga akan dibarengi dengan penanganan masalah abrasi yang mengancam gedung SMP serta pembangunan rumah dinas guna mendukung rotasi kepala sekolah dan guru. Walikota menegaskan bahwa anak-anak di pulau tidak boleh ada yang berhenti sekolah hanya gara-gara masalah infrastruktur.
Selain sektor pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi perhatian serius. Menyadari kendala pengiriman pasien yang selama ini sering terhambat oleh faktor cuaca buruk dan ketiadaan transportasi, Munafri menyatakan telah memerintahkan jajaran terkait untuk mengupayakan pengadaan ambulans laut khusus pada tahun ini.
Penyediaan sarana ambulans laut dedicated ini dinilai sangat mendesak agar penanganan medis darurat bagi warga pulau tidak lagi terkendala oleh faktor alam.
Terkait dengan operasional moda transportasi Pete-Pete Laut yang baru diluncurkan, Walikota juga merespons permintaan warga mengenai perluasan dermaga setempat. Mengingat izin pengelolaan dermaga bukan berada di bawah otoritas pemerintah kota, Munafri berjanji akan segera berkoordinasi dan membicarakan hal tersebut dengan pihak berwenang agar dermaga dapat diperpanjang keluar.
“Hal ini penting dilakukan agar kapal Pete-Pete Laut tetap bisa bersandar dengan aman untuk melayani masyarakat bahkan pada saat air laut sedang surut,”ujarnya.
Di sela-sela dialog, Walikota Munafri Arifuddin juga memberikan peringatan keras setelah menerima laporan langsung dari warga mengenai adanya oknum guru yang jarang datang mengajar di pulau.
Ia menekankan bahwa seluruh kepala sekolah dan guru yang ditugaskan di wilayah tersebut memiliki kewajiban mutlak untuk hadir dan melaksanakan amanat undang-undang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Munafri mengingatkan bahwa Pemerintah Kota Makassar selama ini telah memberikan alokasi insentif yang lebih besar kepada para guru yang bertugas di pulau-pulau terluar.
Ia menegaskan agar insentif tersebut tidak hanya dinikmati sepihak tanpa dibarengi dengan tanggung jawab moral dan kehadiran fisik di sekolah.
Atas temuan tersebut, Walikota langsung menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan untuk memperketat pengawasan absensi kehadiran guru demi menjaga kualitas mutu pendidikan di wilayah kepulauan Kota Makassar.


















