• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Kamis, November 5, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Kamis, November 5, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Situasi Mulai Kondusif, Pemkot Makassar Terus Koordinasi Awasi Konflik di Utara Kota

Nina Annisa by Nina Annisa
10.11.2025
in Ekobis, Life Style, News

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.ID.Pemerintah Kota Makassar terus bergerak menangani konflik antarwarga di wilayah utara kota, khususnya kawasan Kecamatan Tallo, yang sebelumnya sempat dilanda bentrokan antarkelompok pemuda hingga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan rumah warga.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus memantau situasi. Lewat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, juga memperkuat koordinasi dengan jajaran TNI dan Polri.

Sejak Selasa hingga Rabu dini hari, langkah-langkah pengamanan dan pemantauan intensif terus dilakukan di lokasi rawan bentrokan tersebut. Dan kini, situasi mulai berangsur mereda.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Makassar, Fatur Rahim, mengatakan bahwa seluruh unsur keamanan dan perwakilan pemerintah Kota, bergerak cepat melakukan penyisiran di titik-titik yang dicurigai menjadi tempat penyimpanan alat perang, sejak malam hingga pagi dini hari.

“Dengan berbagai kegiatan di lapangan, termasuk pembersihan, tadi malam juga dari Polrestabes dan TNI turun semua membersihkan. Dan kami hadir mewakili Pemerintah Kota di lokasi,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

“Beberapa tempat terindikasi ditemukan alat-alat perang atau tawuran. Ada samurai, parang, bom molotov, hingga alat pembuat busur. Ini sangat mereduksi potensi perkelahian yang bisa terjadi di lapangan,” lanjutanya.

Pemkot Makassar menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan serta memastikan warga dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Sembari melanjutkan upaya penyelesaian jangka panjang melalui pendekatan keamanan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi.

Fatur menegaskan bahwa langkah ini merupakan perintah langsung dari Wali Kota Munafri Arifuddin, yang meminta seluruh pihak bekerja dalam satu barisan.

“Kita bersama tim semua bergerak kolaboratif, pemerintah kota, kepolisian, TNI, termasuk Polda Sulsel. Semua menjalankan perannya masing-masing untuk meredam situasi,” jelasnya.

Setelah keamanan stabil, Pemkot Makassar akan masuk dengan program pembinaan sosial, edukasi, dan pemberdayaan warga.

“Tahap pertama tentu keamanan, itu prioritas Polda dan aparat keamanan. Setelah itu pemerintah masuk dengan edukasi bahaya narkoba, pemberdayaan pekerjaan sesuai karakter warga,” katanya.

“Hingga pemanfaatan Makassar kreatif Hub dan berbagai program ketenagakerjaan. Semua akan berjalan kolaboratif,” tambah Fatur.

Terkait pemicu utama konflik, Fatur menyebut pihak kepolisian masih mendalami berbagai informasi dari lapangan dan merilis hasil resmi.

“Indikasi-indikasi sudah terbaca, tetapi kami tidak bisa mengklaim. Kita menunggu rilis resmi dari kepolisian karena ini menyangkut tindak kriminal,” terangnya.

Ketika disinggung apakah kawasan Sapiria yang sejak lama disebut rawan narkoba memiliki kaitan dengan konflik kelompok, Fatur menyebut kemungkinan itu terbuka.

“Bisa jadi, baik perang kelompok, narkoba, semua kejahatan bisa terkait. Makanya sinergi kita dilakukan untuk penyelesaian secara menyeluruh,” tambahnya.

Fatur juga memastikan bahwa seluruh SKPD dilibatkan sesuai fungsi masing-masing. Dinas Kesehatan, Satpol PP, disiagakan di sekitar lokasi, armada pemadam kebakaran ditempatkan untuk respons cepat, dan berbagai OPD lain siap bergerak bila diperlukan.

“Kemarin ketika terjadi bentrokan susulan, pemadam dan polisi sudah berada dekat lokasi sehingga bisa bergerak cepat. Kesehatan pun standby. Semua bekerja sesuai fungsi dalam sinergi bersama,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai rencana mempertemukan dua kelompok yang terlibat bentrok, Fatur menyebut hal itu akan dibahas sebagai bagian dari penanganan konflik.

Ia menegaskan, pasti ada solusi, salah satu langkah penanganan itu mempertemukan kedua pihak. Tapi saat ini fokus dulu adalah mengurangi risiko, khususnya alat-alat perang di lokasi.

Serta memeriksa rumah-rumah yang berpotensi menyimpan barang berbahaya.

“Karena dari hasil penyisiran, ditemukan bom molotov, parang, busur, hingga badik,” tutupnya.

Previous Post

Periode Pertama Pengundian Badai Emas,Pegadaian Kanwil Makassar Serahkan Hadiah Mobil Grand Max di Cabang Palangga

Next Post

Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional Tahun 2025

Next Post

Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional Tahun 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In