• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Selasa, November 3, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Komisi C DPRD Makassar Gelar RDP Terkait Penolakan Warga atas Proyek PSEL di Tamalanrea

Nina Annisa by Nina Annisa
06.08.2025
in Ekobis, Life Style, News

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.ID.Menanggapi surat keberatan dari Aliansi Masyarakat Mula Baru dan Tamalalang, DPRD Kota Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait rencana pembangunan Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang direncanakan berlokasi di Kecamatan Tamalanrea, tepatnya di Kelurahan Bira dan Kelurahan Parangloe.

RDP yang berlangsung di ruang Badan Anggaran DPRD Makassar pada Rabu (6/8/2025) ini turut menghadirkan perwakilan warga yang menolak proyek tersebut.

Warga menyampaikan kekhawatiran mereka atas dampak lingkungan dan sosial dari pembangunan PSEL di wilayah tempat tinggal mereka.

Ketua Komisi C DPRD Makassar Aswar, S.T menyampaikan bahwa pihaknya memahami keresahan warga dan akan menindaklanjuti masukan tersebut kepada pemerintah kota dan dinas terkait.

Menurutnya, penolakan yang disampaikan masyarakat memiliki dasar dan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami di DPRD hanya menjadi penyambung lidah rakyat. Kalau masyarakat tidak menginginkan pembangunan PSEL di lokasi tersebut, maka sudah sepatutnya pemerintah mengevaluasi kembali rencana tersebut,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika masih memungkinkan untuk memindahkan lokasi pembangunan, maka opsi tersebut perlu dipertimbangkan demi mengakomodasi kepentingan warga dan menghindari potensi konflik sosial di masa mendatang.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Mula Baru, H. Azis, secara tegas meminta agar proyek PSEL tidak dilanjutkan di wilayah Tamalanrea. Ia menyebut, penolakan bukan hanya datang dari satu kelompok, melainkan mayoritas warga di sekitar lokasi yang direncanakan.

“Kami minta pembangunan PSEL dibatalkan di tempat itu. Jangan sampai masyarakat Tamalanrea digambarkan seolah-olah menerima, padahal mayoritas menolak,” ujar H. Azis dalam pernyataannya.

RDP ditutup dengan kesepakatan untuk menyampaikan hasil pertemuan kepada Pemerintah Kota Makassar agar dapat ditindaklanjuti secara bijak dan mempertimbangkan seluruh aspirasi warga.

Previous Post

Salonpas dan PSM Makassar Kolaborasi Gaungkan Semangat "Be Unstoppable Like a Champion

Next Post

Honda ExtravagenZ Kembali Digelar, Asmo Sulsel Ajak Siswa SMAN 6 Kendari Unjuk Bakat dan Belajar Safety Riding

Next Post

Honda ExtravagenZ Kembali Digelar, Asmo Sulsel Ajak Siswa SMAN 6 Kendari Unjuk Bakat dan Belajar Safety Riding

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In