• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Rabu, November 4, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Rabu, November 4, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Hj. Kurniah Patahudding Buka Bimtek Gerakan Transisi PAUD Ke SD Yang Menyenangkan Tahun 2025.

LinaQalabi by LinaQalabi
24.07.2025
in Berita

Luwu daulatrakyat.id – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Luwu, Hj. Kurniah Patahudding, A.Md membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis Kelompok Kerja PAUD Gerakan Transisi PAUD Ke SD yang menyenangkan. Kegiatan dilaksanakan di aula Andi Kambo, Kompleks Perkantoran Bupati Luwu, Selasa (22/7/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Andi Palanggi, S.STP, Kepala Dinas Sosial, Hasliana Nurdin, Ketua Pokja Bunda PAUD, Nilasari Dhevy Bijak P, SKM, Para Ketua Pokja Bunda PAUD Kecamatan, Guru-guru SD dan TK.

Dalam sambutannya, Hj. Kurniah Patahudding memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu melaksanakan Bimtek Gerakan Transisi PAUD Ke SD.

“Sebagai Bunda PAUD, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena masa transisi dari PAUD ke SD merupakan masa yang sangat penting dalam perjalanan pendidikan anak-anak kita”, kata Hj. Kurniah.

Menurutnya, Proses ini bukan hanya sekedar berpindah dari satu jenjang ke jenjang yang lain, tetapi merupakan tahapan yang harus dilalui dengan penuh kesiapan, kenyamanan, dan dukungan dari semua pihak.

“Transisi yang menyenangkan berarti memberikan pengalaman awal di SD yang positif, ramah anak, dan tidak menuntut kemampuan Baca, Tulis dan Berhitung (Calistung) secara kaku. Kita ingin memastikan bahwa setiap anak merasa aman, diterima, dan siap berkembang di lingkungan baru”, jelasnya.

Dirinya berharap, para orang tua, guru PAUD, guru SD, dan para pemangku kebijakan untuk bersinergi membangun jembatan transisi yang berorientasi pada kepentingan terbaik anak, sesuai dengan prinsip merdeka belajar dan Profil Pelajar Pancasila.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, saya berharap muncul pemahaman bersama bahwa, pertama, tidak ada tes calistung sebagai syarat masuk SD. Kedua, anak belajar melalui bermain, bukan diberi beban akademik yang belum sesuai tahap perkembangannya. Dan Ketiga, perlu adanya kolaborasi antara guru PAUD dan guru SD untuk memastikan kesinambungan proses pembelajaran”, tutupnya.

Senada dengan Bunda PAUD, Kepala Dinas Pendidikan, Andi Palanggi menjelaskan bahwa Bimtek Kelompok Kerja PAUD Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan Tahun 2025 ini adalah kegiatan yang bertujuan untuk memberikan penguatan pemahaman dan keterampilan bagi anggota Kelompok Kerja (Pokja) PAUD dalam melaksanakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan.

“Kegiatan ini berfokus pada implementasi gerakan transisi yang memastikan anak-anak mendapatkan haknya untuk belajar dengan cara yang sesuai dengan tahap perkembangannya, serta menghilangkan tes calistung saat penerimaan siswa baru di SD”, tutur Andi Palanggi.

Ia juga menjelaskan dengan sistem ini akan mendorong satuan PAUD dan SD untuk menerapkan sistem pembelajaran yang menyenangkan dalam membangun kemampuan fondasi satuan pendidikan memiliki tanggung jawab untuk membangun enam fondasi.

“Enam fondasi itu yakni, (1) Mengenal nilai agama dan budi pekerti, (2) Keterampilan sosial dan bahasa untuk berinteraksi, (3) Kematangan emosi untuk berkegiatan di lingkungan belajar, (4) Kernatangan kognitif untuk melakukan kegiatan belajar, (5) Pengembangan keterampilan motorik dan perawatan diri untuk berpartisipasi di lingkungan belajar secara mandiri, (6) Pemaknaan belajar adalah suatu hal yang menyenangkan dan positif”, jelas Andi Palanggi.

Sementara itu, Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan, Wawan, ST dalam laporannya mengatakan bahwa selain menghilangkan tes calistung dalam masa penerimaan siswa baru, sekolah dasar juga perlu menerapkan waktu dua minggu pertama untuk melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang bertujuan mengenali potensi diri siswa baru, membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya.

“Juga menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru. Mampu mengembangkan interaksi positif antar siswa dan warga sekolah lainnya serta Menumbuhkan perilaku positif seperti kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisiplinan, serta hidup bersih dan sehat”, ucapnya.

Usai acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyajian materi oleh Kepala Sekolah TK Negeri Satap 22 Belopa, Saptawati, S.Pd., M.Pd dengan judul materi Mengapa Kita Perlu Membina Kemampuan Fondasi pada Anak. Dilanjutkan oleh Kepala Sekolah SD Negeri 25 Radda, Awalyah Syam, S.Pd dengan judul materi Transisi PAUD-SD dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam.

Previous Post

Suhardi Duka Tekankan APBD Sejalan dengan Visi-Misi Gubernur

Next Post

TP-PKK Kabupaten Luwu Gelar Pelatihan Kader Posyandu Di Kecamatan Larompong Selatan

Next Post

TP-PKK Kabupaten Luwu Gelar Pelatihan Kader Posyandu Di Kecamatan Larompong Selatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In