• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Senin, November 2, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Senin, November 2, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Anggota DPRD Lutra Heriansyah Efendi Hadiri Acara Sykuran panen Padungku Suku Pamona di Desa Bungapati

Jalil Lutra by Jalil Lutra
18.07.2025
in Berita

Luwu Utara, daulatrakyat.id — Anggota DPRD Luwu Utara Dapil 3 dari Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Heriansyah Efendi, menghadiri acara syukuran Panen Padungku Pamona di desa Bungapati, kecamatan Tanalili, kabupaten Luwu Utara, Rabu (16/07).

Padungku adalah salah satu acara adat Pamona pada saat melakukan syukuran panen atau acara adat lainnya. Acara Padungku berjalan meriah dihadiri sekitar 750 warga. Selain warga yang hadir turut hadir pula Kepala Desa Bungapati Nirvan Turoela, Sekcam Tanalili, Direktur Perumda kabupaten Luwu Utara, Danramil Bone-Bone/Tanalili beserta Rombongan, dan Pendeta Margaretha Hurampa STH

Dalam kegiatan acara padungku ini dimeriakan dengan adanya Tarian Dero. Tarian Dero yang memiliki makna menyatukan perbedaan. Dalam tari dero, sebuah tarian yang dilakukan lebih dari satu orang atau dilakukan secara bersama-sama, yang melambangkan suka cita atau kebahagiaan kebhinekaan serta ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. tari dero atau Madero berasal dari Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

“Tarian ini merupakan salah satu tradisi masyarakat suku pamona yang masih dipertahankan hingga sekarang. tarian ini cukup sederhana dan biasanya dilakukan di daerah atau lapangan yang luas.”kata Heriansyah Efendi

Sementara itu Pendeta Margaretha Hurampa menjelaskan, yang mana tarian tersebut menyimpan banyak makna di balik rangkulan tangan. Tari dero merupakan tarian yang berasal dari suku pamona.

Bagi masyarakat suku pamona, tarian ini dilakukan sebagai bagian dari pesta adat, upacara adat, pesta panen raya, ungkapan rasa syukur, dan kebahagiaan masyarakat kepada Tuhan atas semua hal yang telah diberikan kepada mereka. selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada tuhan.”jelas Margaretha

Menurutnya, masyarakat Suku Pamona juga menganggap bahwa tarian dero merupakan wujud kerukunan dan persahabatan serta sebagai kesempatan untuk mencari pasangan hidup.

“Tarian ini juga dianggap sebagai pemersatu masyarakat suku pamona karena dalam tarian ini semua orang dari berbagai latar belakang baik miskin maupun kaya adalah sama. pada gerakan tarian dero, semua orang harus saling berpegangan tangan dan bergoyang. Namun tarian yang sebenarnya tidak saling berpegangan tangan,”terangnya

Lebih lanjut Margaretha menjelaskan, tradisi berpegangan tangan sendiri berawal dari zaman penjajahan Jepang, sebagai hiburan mereka. Pada awalnya tarian Dero hanya dilakukan di dalam lobo yang merupakan pusat ibadah masyarakat Suku Poso.

“Mulanya tarian dero dilakukan ketika pasukan perang pulang dari pengayauan, hal ini dilakukan karena kepercayaan masyarakat Suku tersebut percaya yaitu apabila terjadi musibah seperti panen gagal atau ada anggota masyarakat yang meninggal, maka mereka harus mencari tengkorak kepala manusia sebagai penolak Bala (pembawa sial), lalu tengkorak yang didapatkan dari hasil Pengayauan diletakan di tengah Lobo, lalu ditarikan oleh masyarakat secara melingkar dengan sebuah gerakan tarian yang disebut dero.”pungkasnya

Unagkapan senada Kepala Desa Bungapati Nirvan Turoela menjelaskan, budaya dero mempererat kebersamaan atau kebhinekaan, tarian ini juga dianggap sebagai pemersatu masyarakat suku Pamona. Karena dalam tarian ini semua orang dari berbagai latar belakang baik miskin maupun kaya adalah sama. pada gerakan tarian dero.

“Semua orang harus saling berpegangan tangan dan bergoyang. namun, tarian yang sebenarnya tidak saling berpegangan tangan.”tandasnya.(jal/dr)

 

Previous Post

Bergulat Gelombang Laut Bersama KM Laskar Pelangi

Next Post

Mahasiswa KKN Unhas Gelar Seminar, Tawarkan Program Pengembangan Ekonomi di Desa Muktijaya Baebunta Selatan

Next Post

Mahasiswa KKN Unhas Gelar Seminar, Tawarkan Program Pengembangan Ekonomi di Desa Muktijaya Baebunta Selatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In