• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Selasa, November 3, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

BI Beberkan Dampak Perang Eropa dan Timur Tengah Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Sulsel

Nina Annisa by Nina Annisa
29.06.2025
in Ekobis, Finance, Life Style, News

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.ID.Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan menyebutkan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan negara lainnya adalah kondisi geopolitik global yang saat ini sedang berkecamuk amtara lain Ukraina-Rusia,Irak dan Israel serta Israel yang selam hampir 3 tahun ini meluluh lantakkan Palestina.

Deputi Kepala BI Sulsel, Wahyu Purnama mengatakan bahwa perang yang terjadi di Timur Tengah dan Eropa bukan hanya mengancam stabilitas keamanan global, tetapi juga berpotensi memperparah inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi internasional,nasional bahkan Sulsel dan daerah lainnya.

Pada kesempatan tersebut Wahyu menyebutkan dampak konflik Geopolitik terhadap Ekonomi,inflasi dimana konflik Ukraina-Rusia telah membuat inflasi dunia naik tajam. Jika konflik Israel-Iran membesar, harga minyak dan emas dunia dapat meningkat, berdampak pada inflasi tinggi.

“Jika Selat Hormuz ditutup karena perang, harga minyak dunia akan melonjak, berdampak langsung pada harga domestik dan stabilitas ekonomi,sebutnya.

Selain itu berdampak pula pada pertumbuhan Ekonomi dimana konflik global dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi internasional, nasional, dan Sulawesi Selatan serta daerah laimnya.

Adapun kondisi ekonomi Sulawesi Selatan pada 2025 ini diprediksikan berada pada kisaran  4,8-5,6%.

Inflasi di Sulawesi Selatan masih terjaga di kisaran 2% hingga Mei 2025, namun gejolak global tetap menjadi ancaman serius.

“Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional 8% pada 2029, diperlukan upaya luar biasa di berbagai sektor, termasuk manufaktur, pertanian, pertambangan, perdagangan, dan konstruksi,”papar Wahyu.

Adapun upaya untuk menghadapi tantangan tersebut yakni perlu dilakukan transformasi ekonomi yang agresif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Kemudian melakukan hilirisasi atau pengembangan industri yang lebih maju dapat meningkatkan nilai tambah produk dan meningkatkan pendapatan.

“Saya kira kita juga perlu melakukan penguatan sektor riil yang dapat meningkatkan ketahanan ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,”pungkasmya diacara Pelatihan dan Media Gathering Selasa (24/06/2025) di Yogyakarta.

Previous Post

QRIS TAP : Inovasi Pembayaran yang Cepat, Mudah, Murah, Aman dan Handal

Next Post

Raker IKA Unanda, Momentum Kuatkan Kontribusi Alumni untuk Almamater, Daerah, dan Masyarakat

Next Post

Raker IKA Unanda, Momentum Kuatkan Kontribusi Alumni untuk Almamater, Daerah, dan Masyarakat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In