• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Senin, November 2, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Senin, November 2, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Allaahu Akbar, Obor Cinta Menembus Langit Mamuju

by
30.03.2025
in Opini

Catatan Cinta

Oleh : Salim Majid

Rinai hujan membasahi bumi, suara takbir berkumandang di jalan – jalan kotaku. Suara menggema dari mulut – mulut hamba Allah dimalam takbiran itu.

Cahaya obor dan kalimat takbir menembus langit Mamuju,
Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil hamd.

Tiada henti mulut bergetar bercengkrama bersama gerimis malam. Kalimat kebesaran Ilahi itu terus menggema di sepanjang jalan. Kaki – kaki hamba sahaja itu terus bergerak menelusuri jalan – jalan.

Dari tangan mereka obor – obor terus menyala menerangi setiap hati hamba yang dilewatinya. Itulah kebesaran cinta seorang hamba terhadap Sang Pencipta.

Menyambut kemenangan setelah sebulan penuh melawan hawa nafsu dan godaan – godaan dunia yang kapan saja bisa menenggelamkan manusia ke jurang yang nista.

Duhai, Tuhanku terimalah rasa kemenangan dan kebahagian yang hakiki dari obor cinta sang hamba yang tulus itu. Duhai, para malaikat saksikanlah cahaya cinta Ilahi menyinari hati – hati hamba – hamba Allah.

Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil hamd

Suara para perindu itu mendekap malam bersama cayaha lampu- lampu di jalan – jalan kota.

Terus bergerak dalam cahaya cinta, tiada lelah dari mulut – mulut mereka memuji kebesaran Allah.

Ya, Allah sambutlah hati – hati mereka yang tulus dan ikhlas. Ditengah gegap gempita hidup yang tak menentu.

Terimalah uluran tangan – tangan cinta mereka yang merindu. Teruslah merindu, saat orang – orang lalai. Terus dan teruslah tancapkan kalimat tauhid kedalam lautan hatimu yang terdalam.

Hingga malam tergelincir menyambut pagi, hari kemangan bagi hamba – hamba Allah yang telah berperang melawan dirinya sendiri sebulan lamanya.

Ingat, kita akan terus berperang melawan hawa nafsu yang datang dalam diri kita. Semoga bekal sebulan penuh di bulan Ramadan menjadi benteng yang kokoh dalam menghalau setiap gempuran dunia. Ingat dunia adalah luka tapi hati tak boleh terluka karena dunia.(**)

Previous Post

Bapperida Luwu Utara Gagas Pembentukan Satgas Pengamanan Penerimaan Pajak Daerah

Next Post

Idul Fitri; Merawat Silaturrahmi Menjaga Persatuan

Next Post

Idul Fitri; Merawat Silaturrahmi Menjaga Persatuan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In