• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Rabu, November 4, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Rabu, November 4, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Diskusi PJI Sulsel: Efisiensi Anggaran Bikin Industri Pariwisata Sulsel Terpuruk

by
16.03.2025
in Berita

Daulatrakyat.id, Makassar – Industri pariwisata di Sulawesi Selatan (Sulsel) khususnya di Kota Makassar, sangat terdampak atas peraturan pemerintah yang menghemat anggaran hingga 50 persen.

Hal itu terungkap dalam diskusi perhimpungan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel tantangan dan peluang industri Sulsel tahun 2025

Sejumlah pelaku industri pariwisata dalam diskusi ini mengaku kebijakan efisiensi menggerus pendapatan seperti saat pandemi Covid-19.

“Efisiensi ini langsung terasa dampaknya. Kita kembali seperti 3 tahun lalu,” ujar Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Sulsel, Didi Leonardo dalam diskusi PJI di Hotel Mercure Makassar, Sabtu (15/3/2025).

Menurut Didi Leonardo, saat ini agen travel yang tergabung dalam ASITA Sulsel sangat bergantung dengan segmen umrah.

Padahal sebelumnya, pelaku usaha pariwisata mendapat banyak pemasukan dari perjalanan dinas pejabat pemerintah.

“Sebelumnya, orang masuk ke Sulsel untuk mengeksplore pariwisata, tapi sekarang cuma datang meeting. Ini yang hilang, beberapa persen,” katanya.

Di tempat yang sama, General Manager Hotel Mercure Makassar Wiwied Nurseka menyebut, okupansi atau jumlah penghuni kamar menyusut akibat efisiensi anggaran.

“Kami di perhotelan seperti kembali tiga tahun lalu, kalau mau lebaran biasanya hampir 90 persen okupansi. Sekarang, kalau kita year on year sudah turun 25 persen,” tutur Wiwied Nurseka.

Sejak pemerintah menerapkan efisiensi, kata Wiwied, pihaknya banyak bergantung dengan tamu-tamu dari pihak swasta. Sebab selama ini, 85 persen pendapatan berasal dari pemerintah.

Meski begitu, pasar corporate dianggap sangat minim dibanding pemerintah. Belum lagi banyak hotel di Makassar juga menarget pasar tersebut.

“Permintaan sangat turun sementara terlalu banyak hotel di makassar terlalu sedikit pasa yang kita perebutkan.” jelasn wiwied

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Makassar Andi Hadi Ibrahim Baso mengatakan, kebijakan efisiensi oleh pemerintah pusat diharap tidak berlangsung lama.

Menurutnya, aktivitas perekonomian di Kota Makassar sangat bergantung perhotelan. Begitu juga soal pendapatan pajak, banyak bersumber dari industri pariwisata.

“Kita berharap kebijakan ini tidak lama, saya melihat mungkin hanya satu tahun seperti Covid kemarin,” pungkas legislator Fraksi PKS tersebut.

Previous Post

UPT Pariwisata Sambut Baik Kehadiran Kelompok PEKKA Ririn Rajut di ODTW Pincara

Next Post

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Ajak Masyarakat Memakmurkan Masjid An‑Nur Sulaiman yang Baru Diresmikan di Wajo

Next Post

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Ajak Masyarakat Memakmurkan Masjid An‑Nur Sulaiman yang Baru Diresmikan di Wajo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In