• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Rabu, November 4, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Rabu, November 4, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

UPT Pariwisata Ikuti Coaching Clinic Kabupaten Sehat Penguatan Indikator Tatanan Pariwisata

by
12.03.2025
in Berita

Luwu Utara, daulatrakyat.id — Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Objek Wisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (UPT Pariwisata), Lukman, mengikuti Coaching Clinic Kabupaten/Kota Sehat (KKS) yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Selasa (11/3/2025).

Coaching Clinic KKS yang digelar secara daring ini membahas tentang penguatan indikator pada tiga tatanan, yaitu tatanan 4, 5, dan 6. Di mana tatanan 4 membahas tentang pasar, tatanan 5 tentang perkantoran dan perindustrian, serta tatanan 6 tentang pariwisata.

Dalam kegiatan itu, Lukman mengatakan bahwa khusus tatanan 6 tentang pariwisata, dokumen dan bukti dukung dari 12 indikator telah disiapkan dan siap dinilai. “Insya Allah, tatanan 6 tentang pariwisata, semua dokumen yang dibutuhkan sudah ada,” kata Lukman.

Ia menyebutkan, dari 12 indikator, ada dua indikator yang sempat dipertanyakannya, yaitu terkait dengan penerapan pariwisata inklusif yang terdapat pada indikator 7, serta keberadaan kampung atau desa wisata, dan kelompok sadar wisata (pokdarwis) di desa wisata.

“Kita di Luwu Utara, pariwisata inklusif sudah diterapkan pada beberapa ODTW, salah satunya di Pincara, dengan tersedianya fasilitas jembatan untuk kaum disabilitas. Hanya saja, satu tahun terakhir, fasilitas tersebut rusak parah akibat terkena longsor,” ungkapnya.

Khusus untuk indikator 7 ini, pihak pengelola KKS dari Kemenkes mengatakan bahwa penerapan pariwisata inklusif, apapun fasilitasnya, tetap dimasukkan ke dalam aplikasi, dengan catatan harus melampirkan foto, dilengkapi dengan keterangan-keterangan pendukung.

“Pada indikator 11, kita juga ada desa wisata atau kampung wisata. Di mana masing-masing desa wisata memiliki kelompok sadar wisata. Namun, dari pihak pengelola KKS, semua desa wisata dan pokdarwis harus dilengkapi SK sebagai bukti keberadaannya,” jelasnya.

“Nah, terkait indikator 11 ini, kita sudah lengkap, baik SK Desa Wisata maupun SK Pokdarwis-nya. Hanya saja, yang jadi pertanyaan, apakah semua SK desa wisata dimasukkan, ataukah hanya desa wisata yang dikelola pemda, dan rupanya dimasukkan semua,” terangnya.

Sekadar diketahui, acara Coaching Clinic KKS ini dilaksanakan dalam rangka untuk mempersiapkan kelembagaan serta pemenuhan indikator tatanan KKS di Luwu Utara, untuk seluruh tatanan yang ada. Jumlah keseluruhan tatanan KKS adalah sembilan tatanan. (lhr/jal/dr)

Previous Post

TelkomGroup Dukung Program Mudik Gratis BUMN 2025: 35 Bus dan 3 Rute Kapal Laut untuk Pelanggan Setia

Next Post

Hj. Kurniah Patahudding Resmi Jabat Ketua TP-PKK Kabupaten Luwu

Next Post

Hj. Kurniah Patahudding Resmi Jabat Ketua TP-PKK Kabupaten Luwu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In