• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Selasa, November 3, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

BPK Audit Penggunaan Dana BOS di SDN 1 Mappoleware

by
10.03.2025
in Pendidikan

SOPPENG,DAULATRAKYAT.ID Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan pemeriksaan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN 1 Mappolewar minggu pekan lalu. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran pendidikan di tingkat sekolah dasar.
Kepala Sekolah SDN 1 Mappoleware, Yuliawati, S.Pd menyambut baik kehadiran tim pemeriksa. Ia mengatakan, kedatangan BPK bertujuan untuk memeriksa penggunaan dana BOS yang digunakan pada tahun 2024.
“Dana BOS yang diterima SDN 1 Mappoleware pada tahun 2024 lalu sebesar Rp 300 juta lebih. Kami telah mempersiapkan semua dokumen dan bukti penggunaan anggaran sebagai bentuk pertanggungjawaban,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya. Senin (10/3/2025).
Dalam pemeriksaan tersebut, BPK melakukan verifikasi terhadap sejumlah pos anggaran yang terserap dalam program sekolah.
Yuliawati menjelaskan, beberapa item yang diperiksa BPK diantaranya belanja modal dan iuran Kelompok Kerja Guru (KKG).
“Iuran KKG yang ada di Lalabata memang sedikit berbeda dengan kecamatan lain. Di sini kami bebankan iuran setiap sekolah Rp 75 ribu, sementara di kecamatan lain hanya Rp 25 ribu,” katanya.
Perbedaan besaran iuran tersebut, menurut Yuliawati, memiliki alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, iuran tersebut digunakan untuk operasional setiap kegiatan KKG yang dilaksanakan di sekolah-sekolah yang berlokasi di berbagai wilayah dengan kondisi geografis yang beragam.
“Seperti misalkan kalau kita mengadakan kegiatan KKG di Mattabulu, Pangempang, dan Umpunggeng, pastinya kami butuh biaya sewa mobil untuk ke sana. Lokasi-lokasi tersebut cukup jauh dan membutuhkan biaya transportasi yang tidak sedikit,” jelasnya.
Selain transportasi, iuran KKG juga digunakan untuk konsumsi, bahan ajar, dan sarana penunjang kegiatan peningkatan kompetensi guru. Hal ini dianggap penting untuk memastikan standar pengajaran yang baik di semua sekolah di wilayah Lalabata.
Yuliawati juga menyebutkan, dalam pemeriksaan tersebut, BPK tidak hanya memeriksa SDN 1 Mappoleware, tetapi juga tiga sekolah dasar lainnya.
“Dalam pemeriksaan BPK terdapat empat sekolah yang diperiksa, diantaranya SDN To Takkan, Sewo, dan Pauwe,” ungkapnya.
Meski sempat merasa cemas, namun Yuliawati mengaku lega karena pemeriksaan berjalan lancar tanpa ada temuan pelanggaran.
“Pemeriksaan yang dilakukan BPK tidak ada temuan, semua bisa dipertanggungjawabkan. Ini membuktikan bahwa kami telah mengelola dana BOS sesuai dengan ketentuan dan peruntukan yang ditetapkan pemerintah,” tutupnya.
**

Previous Post

Hadiri Hari Ketujuh Kepergian Wafatnya Ketua DPRD Lutra, Karemuddin: Amir Makhmud Adalah Pribadi yang Tulus Dalam Bekerja

Next Post

Lebaran 1446 H, Pelindo Regional 4 Prediksi Arus Kapal dan Penumpang Meningkat

Next Post

Lebaran 1446 H, Pelindo Regional 4 Prediksi Arus Kapal dan Penumpang Meningkat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In