• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Kamis, November 5, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Kamis, November 5, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Dilepas Atau Tidak, Kontingen PWI Sulbar Hanya Tergantung Kepada Allah Bukan kepada PJ Gubernur

by
19.08.2024
in Opini
oppo_3

oppo_3

Catatan Redaksi

Oleh : Salim Majid ( Wakil Ketua PWI Sulbar

Kontingen PWI Sulbar berangkat tanpa dilepas oleh Pemprov Sulbar rasanya tak penting dan urgen karena itu ceremoni belaka.

Moment ceremoni yang kerap dilakukan oleh pemerintah dalam melepas satu kelompok atau kontingen dalam ajang apapun namanya tetap ceremoni. Yang terpenting adalah iringan doa yang jauh lebih urgen dan bernilai sakral.

Meminta izin segedar menyampaikan satu tujuan adalah hal yang wajar untuk disampaikan. Sebab pamit adalah sikap saling menghargai. Meskipun PWI tak butuh penghargaan yang menyenangkan, karena itu hanya prestise belaka.

Yang dibutuhkan adalah semangat untuk mengikuti ajang Porwanas tuk menjunjung tinggi sportifitas dalam bertanding. PWI Sulbar tanpa pelepasan dalam mengikuti helatan Porwanas biasa – biasa saja tak ada yang istimewa.

Mengurangi ketergantungan kepada pemerintah merupakan sikap profesionalisme, sebab tak ada beban psikologis jauh lebih baik untuk tetap punya daya kontrol.

Apakah ada rasa kecewa? rasanya tidak, justru PWI Sulbar bersyukur karena tak merepotkan PJ Gubernur Sulbar. Rasanya ketergantungan kepada Allah jauh lebih penting untuk kita terus bergantung kepada-Nya, bukan kepada manusia.

Sebab pangkat dan jabatan hanyalah titipan dari sang Maka Kuasa. Seperti halnya jabatan PJ yang hanya bisa dihitung bulan to pada akhirnya akan ditinggalkan juga.

Santai saja, yang dikawatirkan adalah ketika kita hanya sibuk mengurusi dunia tanpa menghitung akhirat. Ketika PJ tak ada waktu tuk melepas kontingen PWI Sulbar. Boleh jadi beliau lagi sibuk.

Bersabar dan terus bersabar jauh lebih penting. Mari kita ambil hikmahnya. Sekali lagi tak ada yang istimewa jika dilepas dengan seorang penjabat setingkat gubernur atau setingkat apapun namanya.
Mari kita berbenah diri, begitu kata Ebiet Gade dalam syair lagunya.(*)

Previous Post

Pengacara Laporkan Bupati Pasangkayu 2019-2024 atas Dugaan Korupsi dan Pemalsuan Biodata

Next Post

Peringati Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-79, Pj Bupati Luwu : Terima Kasih Para Pejuang Bangsa

Next Post

Peringati Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-79, Pj Bupati Luwu : Terima Kasih Para Pejuang Bangsa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In