• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Selasa, November 3, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Jelang Pencoblosan,Peredaran Uang di Sulsel Alami Peningkatan

by
07.02.2024
in Berita

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.ID.Bank Indonesia Sulawesi Selatan mencatat perederan uang di Sulsel selama masa kampanye pada pemilihan legislatif dan pemilihan presiden mengalami peningkatan.

Deputi Head Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan, Rudy Bambang Wijanarko mengatakan
BI Sulsel mencatat peredaran uang selama musim kampanye mencapai Rp864 miliar.

Dipaparkan Rudi bahwa aliran uang keluar selama kampanye terdiri dari Rp848, 91miliar pecahan besar dan pecahan kecil 15,74 miliar.

“Aliran uang keluar selama kampanye Rp864 miliar. Terdiri dari Rp848, 91miliar pecahan besar dan pecahan kecil 15,74 miliar,” ujarnya.

Adapun peningkatan jumlah uang keluar atau outflow selama musim kampanye di Sulawesi Selatan meningkat drastis. Faktor lainnya karena musim Pemilu bersamaan dengan perayaan Imlek.

Bank Indonesia memproyeksi peredaran uang tunai di Sulsel bisa mencapai Rp1,26 triliun menjelang pencoblosan. Angka ini tumbuh positif 45,6 persen dari Pemilu tahun 2019.

“Beredarnya uang jelas pencoblosan memicu peningkatan transkasi pembayaran karena bersamaan dengan hari raya Imlek,”ungkapnya.

Rudi berharap dengan tingginya perputaran uang kartal di Sulsel tersebut bisa memicu peningkatan konsumsi masyarakat.

“Yang paling naik selama kampanye itu industri perhotelan dan makan minum,” ucapnya.

Sementara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda menambahkan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan diproyeksi naik pada triwulan 1 tahun 2024 antara 4,5 hingga 5,2 persen.

Saat ini, kondisi perekonomian di Sulsel hanya 4,51 persen. Artinya tumbuh melambat dibanding pertumbuhan nasional yang mencapai 5,05 persen.

Kendati demikian kata Rudi menambahkan rapor Sulsel saat ini merah. Paling rendah di semua provinsi di Sulampua.

“Pertumbuhannya hanya 4,51 persen. Yang tertinggi itu Maluku Utara dan Papua,”sebutnya.

Selain musim Pemilu di bulan Januari-Februari, kemudian bulan ramadan di bulan Maret bisa mendongkrak tingkat konsumsi rumah tangga. BI memproyeksi perekonomian Sulsel bisa pulih lagi di triwulan I.

“Saya kira efek Pemilu berimbas pada kenaikan sektor perdagangan, akomodasi, termasuk industri makan minum tentu naik karena adanya mobilitas masyarakat yang tinggi,”pungkasnya.(nin)

Previous Post

Komitmen Polri Kawal Pendistribusian Logistik Pemilu

Next Post

Pertumbuhan Ekonomi Sulbar 2023 Peringkat 8 Nasional

Next Post

Pertumbuhan Ekonomi Sulbar 2023 Peringkat 8 Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In