• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Senin, November 2, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Senin, November 2, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Antisipasi Kemarau Ekstrim, PDAM Makassar Turunkan Pompa Air Baku di Moncongloe

by
06.06.2023
in Ekobis

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.ID.Suhu udara yang sangat panas dan menyengat begitu terasa beberapa minggu belakangan ini melanda Kota Makassar serta beberapa kawasan lain di Sulawesi Selatan. Hal ini merupakan tanda bahwa musim kemarau telah tiba.

Hal ini tentulah sangat berdampak pada ketersediaan air baku yang ada di Bendungan Lekopancing yang memang merupakan bendungan tadah hujan.

Bendungan Lekopancing merupakan sumber air baku yang berjarak sekitar 28 Kilometer dari instalasi yang dimanfaatkan oleh Perumda Air Minum Kota Makassar untuk diolah menjadi air bersih pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Panaikang dan IPA Antang yang saat ini mengalami penurunan produksi air bersih akibat sumber air baku mengalami pendangkalan yang mengakibatkan beberapa kawasan di daerah timur dan utara Kota juga sangat berdampak karena banyak pelanggan yang tidak lagi mendapatkan air bersih secara maksimal dan merata.

Melihat kondisi tersebut, Perumda Air Minum Kota Makassar bersama PT Traya Tirta Makassar yang mengelola IPA 2 Panaikang, mulai hari ini, Selasa, 6 Juni 2023 menurunkan pompa suplesi di bawah Jembatan Nipa-Nipa Moncongloe untuk mengambil air baku di aliran Sungai Tello.

Direktur Umum dan Pelayanan Perumda Air Minum Kota Makassar, Indira Mulyasari Paramastuti yang biasa dipanggil ‘Inda’, turun langsung memantau dan melihat proses penurunan pompa air baku tersebut, “hari ini kita bersama-sama datang melihat dan memantau proses penurunan pompa air bakunya, diharapkan tambahan air baku ini dapat menutupi defisit air baku dari Bendungan Lekopancing yang mulai menurun akibat musim kemarau”, kata Inda.

Proses mulai penurunan sampai pengoperasian pompanya nanti, berlangsung sekitar 5-7 hari karena banyak proses yang mesti dilakukan misalnya penyambungan pipa, ujicoba mesin, dan lain-lain, “jadi bukan berarti sudah diturunkan langsung menyedot air, butuh proses dululah, karena akan dirangkaikan dulu alat-alat dan materialnya supaya bisa dioperasikan dengan baik dan tidak ada hambatan”, jelas Indira.

Harapan kita, semoga nanti dengan dioperasikan mesin pompa ini dan mulai mengambil air baku dan dialirkan masuk ke instalasi, maka produksi air kita akan bertambah dan supply air ke masyarakat di utara dan timur kota bisa ditambah dan dimaksimalkan debit dan tekanannya, paling tidak bisa mengurangi keluhan pelanggan yang tidak dapat air akibat musim kemarau.

Previous Post

Tanam Pohon Hari Lingkungan Hidup, Bupati Luwu Ajak Kurangi Penggunaan Plastik

Next Post

Sebanyak 280 Bibit Berhasil Ditanam Pada Moment Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia UPT KPH Rongkong

Next Post

Sebanyak 280 Bibit Berhasil Ditanam Pada Moment Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia UPT KPH Rongkong

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In