• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Selasa, November 3, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Jelang Nataru, Pemda Luwu Utara Melalui DP2KUKM Lakukan Pemantauan Harga Kebutuhan Pokok dan Barang Lainnya di Empat Pasar

by
16.12.2022
in Berita

Luwu Utara, daulatrakyat.id — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (DP2KUKM) melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok dan barang penting lainnya di empat pasar besar di Luwu Utara, masing-masing pasar Sabbang, Masamba, Sukamaju dan Bonebone.

Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), dan dilakukan selama dua hari, 14 – 15 Desember 2022, dengan melibatkan beberapa instansi terkait, seperti Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, Satpol PP serta TNI-Polri.

Hasil pemantauan kebutuhan pokok masyarakat di empat pasar besar tersebut tidak ditemukan adanya kenaikan harga yang signifikan.

Hanya saja, ada beberapa yang mengalami sedikit kenaikan, tetapi masih dalam batas kewajaran, misalnya beras premium dari Rp10.000 naik menjadi Rp11.000. Pun dengan cabe, yang juga mengalami kenaikna dari Rp35.000 per kg menjadi Rp40.000.

Khusus minyak goreng, semuanya masih stabil. Hanya minyak goreng merk KITA yang mengalami kenaikan, dari Rp14.000 per liter menjadi Rp15.000 per liter. Sementara untuk telur ayam ras juga naik dari Rp50.000 menjadi Rp55.000.

“Hasil pemantauan kami selama dua hari di empat pasar besar, memang ada beberapa yang mengalami sedikit kenaikan, tetapi tidak terlalu signifikan ji naiknya. Masih normal,” ungkap Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting DP2KUKM, Sitti Hadijah.

Hadijah mengatakan, naiknya harga beberapa kebutuhan pokok seperti beras, cabe, tomat dan telur disebabkan tingginya permintaan dan daya beli masyarakat menjelang Nataru.

Kendati demikian, hal itu tidak memengaruhi stabilitas harga secara keseluruhan di Kabupaten Luwu Utara, mengingat banyaknya stok pangan yang masih tersedia.

“Alhamdulillah, masih aman, stok juga masih banyak. Kalau pun ada yang sedikit naik, itu karena banyaknya permintaan jelang Nataru,” tandasnya. (lh/jal)

Previous Post

Tata Kelola Keuangan Semakin Baik, PLN Raih Penghargaan Debitur Terbaik dari Kemenkeu RI Dua Tahun Berturut-turut

Next Post

Inovasi Dinkes Luwu Utara Bersama USAID ERAT telah Lahirkan Sebuah Inovasi Baru

Next Post

Inovasi Dinkes Luwu Utara Bersama USAID ERAT telah Lahirkan Sebuah Inovasi Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In