• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Selasa, November 3, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Oktober 2022,BI Catat Sulawesi Selatan Alami Deflasi Sebesar 0,18%

by
06.11.2022
in Ekobis, Finance

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.ID.Pada Oktober 2022, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami deflasi bulanan sebesar 0,18% (mtm) atau lebih dalam dibandingkan nasional yang tercatat mengalami deflasi sebesar 0,11% (mtm). Secara spasial, dari 5 kota IHK (Bulukumba, Makassar, Palopo, Pare-pare, dan Watampone) di Sulsel, Kota Watampone merupakan daerah yang mengalami deflasi bulanan tertinggi sebesar 0,58% (mtm), sedangkan deflasi bulanan terendah dialami oleh Kota Makassar sebesar 0,11% (mtm).

Secara tahun kalender, Sulsel tercatat mengalami inflasi sebesar 4,76% (ytd), menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat mengalami inflasi sebesar 4,95% (ytd). Sementara itu, secara tahunan, Sulsel tercatat mengalami inflasi sebesar 6,12% (yoy).

Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel Fadjar Majardi memaparkan bahwa Oktober 2022 Deflasi yang dialami Sulsel disumbang oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil deflasi sebesar 0,38% (mtm). Deflasi sebesar 1,28% (mtm) pada kelompok ini utamanya disumbang oleh penurunan harga cabai rawit, tomat, telur ayam ras, ikan cakalang/ikan sisik, dan cabai merah.

Di sisi lain, deflasi lebih dalam tertahan oleh inflasi pada Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya, serta Kelompok Transportasi. Inflasi pada kedua kelompok ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga popok bayi, produk perawatan tubuh, bensin, dan angkutan dalam kota.

“Bank Indonesia terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholders terkait lainnya lewat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam rangka menjaga stabilitas inflasi di Sulsel, salah satunya lewat penyelenggaraan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Sulsel pada akhir Oktober 2022. Bersamaan dengan GNPIP juga diselenggarakan Gelar Pangan Murah di seluruh 24 Kab/Kota di Sulsel.

“Selanjutnya, jelang akhir tahun 2022, penguatan Kerjasama Antar Daerah (KAD), pelaksanaan operasi pasar, dan pemantauan harga akan terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga komoditas di pasar. Risiko tekanan harga akibat gangguan rantai pasok global terus diwaspadai oleh TPID Sulsel,”pungkas Fadjar.

Previous Post

Konsisten Jalankan Program CSR Berkelanjutan, PT Bumi Karsa bersama Yayasan Hadji Kalla Lakukan Aksi Hijau Tanam 70.000 Pohon

Next Post

Terjaga dan Stabil,OJK Rilis Kinerja Perkembangan Sektor Jasa Keuangan Intermediasi Berlanjut Ditengah Tingginya Ketidakpastian Global

Next Post

Terjaga dan Stabil,OJK Rilis Kinerja Perkembangan Sektor Jasa Keuangan Intermediasi Berlanjut Ditengah Tingginya Ketidakpastian Global

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In