• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Rabu, November 4, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Rabu, November 4, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Kemendikbud RI Beri Bantuan 10 Sekolah Dasar di Luwu Utara yang Terdampak Banjir

by
16.09.2022
in Berita

Luwu Utara, daulatrakyat.id — Sebanyak 10 Sekolah Dasar (SD) terdampak banjir di kabupaten Luwu Utara terima bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Bantuan tersebut berupa Bantuan Ruang Kelas Darurat (BRKD) untuk dua sekolah masing-masing SDN 206 Limbong Wara dan SDN 208 Londong Dou.

Juga Bantuan Tanggap Darurat (BTD) untuk 8 sekolah diantaranya, SDN 202 Layar Putih, SDN 058 Lawewe, SDN 194 Urukumpang, SDN 055 Dadeko, SDN 051 Lara I, SDN 057 Teppo dan SDN 167 Suka Harapan.

Tim direktorat SD Kemendikbud RI Sutapa mengatakan, untuk BRKD itu diberikan kepada sekolah yang memang sampai saat ini tidak bisa digunakan untuk proses pembelajaran. Penanganannya sendiri, prinsipnya ruang itu bisa digunakan untuk proses pembelajaran dan tidak terlalu permanen.

“Sementara untuk BTD diberikan kepada sekolah terdampak banjir yang ruang kelasnya masih bisa digunakan dengan penanganan menyiapkan ruang kelas agar bisa digunakan kembali,”kata Sutapa diruang Bupati Luwu Utara Utara usai melakukan verifikasi langsung di sekolah terdampak banjir, Kamis (15/9) sore kemarin.

Sutapa menjelaskan, karena sifatnya darurat dan mendesak, pihaknya tak butuh waktu lama untuk turun langsung ke lokasi begitu menerima usulan daerah dan data dari Seknas.

“Dari usulan ini kita melakukan verifikasi langsung, mengambil keputusan, lalu melakukan MoU kemudian membuat SK bantuan. Khusus untuk BRKD diberikan masing-masing Rp.35 juta dan BTD senilai Rp.13,2 juta untuk masing-masing sekolah terdampak,” jelas Sutapa.

Merespon hal tersebut, Bupati Indah mengatakan bahwa kehadiran Kemendikbud menjadi pertanda bahwa Negara hadir di tengah-tengah masyarakat.

“Kehadiran tim kemendikbud ini sangat berarti bagi kami dan tentu bagi anak-anak kami yang terdampak. Sekaligus memastikan bahwa sekalipun terjadi bencana, layanan pendidikan harus terus berjalan. Terima kasih atas respon yang cepat, kita sekaligus ingin menyampaikan ke warga bahwa pemerintah tidak pernah diam, Negara selalu hadir,” kata Indah.

Pada kesempatan itu, Indah juga mengatakan bahwa tiap sekolah harus membentuk Sekolah Siaga Bencana (SSB).

“Kita punya perda dan akan dikuatkan dengan perbup untuk mata pelajaran Muatan Lokal terkait literasi bencana. Siswa, guru, dan semua manajemen sekolah harus paham literasi bencana. Kelembagaan, kapasitas, sarana prasarana semua disiapkan
untuk membangun resilience/ ketangguhan terhadap bencana,” pinta orang nomor satu di Luwu Utara ini yang hadir didampingi Kadisdikbud, Luwu Utara Drs.Jasrum. (rn/jal)

Previous Post

Bupati Indah Gelar Rakor Lintas Sektor Penyamaan Persepsi Tentang Muatan Subtansi RTRW

Next Post

Setelah Melalui Proses Pembahasan, Ranperda Perubahan APBD Kab. Luwu Tahun Anggaran 2022 Disetujui DPRD 

Next Post

Setelah Melalui Proses Pembahasan, Ranperda Perubahan APBD Kab. Luwu Tahun Anggaran 2022 Disetujui DPRD 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In