• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Selasa, November 3, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Ketua TKPK Kab. Luwu Utara Gelar Rakor Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2022

by
13.09.2022
in Berita

Luwu Utara, daulatrakyat.id — Ketua Tim Kordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) kabupaten Luwu Utara Suaib Mansur menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Luwu Utara Tahun 2022, di aula Lagaligo Kantor Bupati Luwu Utara, Senin (12/09)

Laporan Ketua TKPK Suaib Mansur mengatakan, rapat koordinasi yang kita laksanakan ini merupakan moment untuk mengevaluasi pelaksanaan penanggulangan kemiskinan tahun 2022

“Menyamakan persepsi sekaligus sebagai ajang untuk membangkitkan semangat kita untuk peduli dan fokus pada permasalahan daerah ini. Rakor ini diikuti oleh sekitar 45 peserta yang berasal dari unsur anggota DPRD, Pimpinan Perangkat Daerah yang juga merupakan TKPK Kabupaten beserta Kasubag Perencanaan masing-masing, Camat se Kabupaten Luwu Utara, BPS Luwu Utara, dan seluruh anggota sekretariat TKPK Kabupaten,”kata Suaib Mansur dalam laporannya

Ia menjelaskan tujuan dari pelaksanaan rakor ini adalah untuk melaporkan progres pelaksanaan penaggulangan kemiskinan tahun 2022 kepada Bupati selaku Penanggung Jawab

“Untuk mendapatkan informasi terkait dukungan data oleh BPS melalui kegiatan Regsosek dalam penanggulangan Kemiskinan,”jelasnya

Menurutnya, kemiskinan secara garis besar terdiri atas 2 (dua) strategi, yaitu : pengurangan beban pengeluaran dan Peningkatan pendapatan warga miskin melalui pemberdayaan dan peningkatan kapasitas

“Kami selaku ketua TKPK Kabupaten, melaporkan progres penanggulangan kemiskinan tahun 2022, untuk tahun ini seluruh intervensi dilaksanakan berdasarkan Data DTKS,”ujar Suaib Mansur yang juga wakil Bupati Luwu Utara

Selain itu Suaib juga melaporkan bahwa selain memantau dan mengawal intervensi warga miskin yang sedang berjalan pada Perangkat Daerah, Tim TKPK Kabupaten juga sedang mengembangkan konsep penanggulangan kemiskinan yang lebih rasional.

“Yaitu intervensi warga miskin dengan indikator yang sama dengan indikator Susenas BPS (sisi pengeluaran), kami menyebutnya dengan Aksi 3T (Temukan, Temui, dan Tuntun) pada bulan September ini kami telah menyelesaikan pendataan warga,”pungkasnya

Sementara itu Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani dalam sambutannya mengungkapkan, kita perlu mengevaluasi SKPD jangan sampai tidak mengetahui program data DTKS, karena ada angka rill yang harus kita intervensi

“Ada kondisi nasional dan global yang kita hadapi yaitu kenaikan harga BBM diikuti oleh angka kemiskinan yang juga memicu kenaikan inflasi. Dari 34 provinsi hanya ada 5 provinsi yang dibawa inflasi bahkan Sulsel sudah berada di angka 7 persen dan ini warning,”ungkap Indah dalam sambutannya

Indah menuturkan, kita bersyukur di wilayah Luwu raya data inflasi perbulan agustus berada didalam kondisi terkendali yaitu 3-4 persen dan rata-rata daerah disulsel inflasinya 5 persen ini menjadi warning bagi kita

“Sebagian penyebab inflasi disektor pangan, tetapi untuk kabupaten luwu utara masih mencukupi apalagi didaerah kita baru saja panen raya, dan Kontribusi harga pangan pada kemiskinan itu sekitar 74 persen dan relatif terkendali,”tuturnya

Indah mengatakan, rakor rutin seperti ini penting untuk mengevaluasi apa-apa yang harus kita lakukan sebelum SK penerima bantuan program dari DTKS. Kita ingin setiap bantuan yang kita berikan betul-betul menyentuh masyarakat berpenghasilan rendah

“Saya meminta data yang kita miliki itu sangat penting sambil menungggu data regsosek (registrasi sosial ekonomi). Oleh karena itu data pegangan kita adalah data verivali data dtks dari  dinas sosial,”Pinta Indah

Ia berharap Bappelitbangda melakukan pendampingan penguatan untuk musyawarah, verifikasi dan validasi bersama Dinas PMD dan dinas sosial, data ini harus ready setiap waktu

“Kita berharap bagaimana memastikan penerima program untuk peningkatan pendapatan yang efektif, tugas kita bukan hanya menyelesaikan pekerjaan, kita harus mampu mengukur dampaknya dan outcomenya,”harapnya

Lebih Indah menegaskan sebelum SK dibuat, SK penerima program dilihat dari DTKS karena pendataan ditingkat awal memang perlu dibenahi, data biasa tidak terkualifikasi olehnya pendampingan perlu dilakukan

“PR kita adalah mengedukasi masyarakat untuk memberikan informasi karena sasaran pendataan ini adalah rumah tangga berpenghasilan rendah,”tandasnya.(hms/jal)

Previous Post

Rusydi Rasyid Beserta Pengurus ICMI Orda Luwu Utara Dilantik oleh Ketua Pengurus ICMI Provinsi Sulawesi Selatan

Next Post

Tingkatkan Kebiasaan Sikat Gigi Pagi dan Malam Hari, BKGN 2022 Diresmikan dengan Pecahkan Rekor MURI Libatkan 701.009 Masyarakat Indonesia

Next Post

Tingkatkan Kebiasaan Sikat Gigi Pagi dan Malam Hari, BKGN 2022 Diresmikan dengan Pecahkan Rekor MURI Libatkan 701.009 Masyarakat Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In