• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Kamis, November 5, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Kamis, November 5, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Reses Ketiga APG,Bahas Soal Jalan Berlubang Pasca Proyek Sanitasi PT Waskita Karya

by
09.08.2022
in DPRD Makassar, News, Pemkot Makassar

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.ID.Dalam temu konstituen yang dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Makassar Dapil Lima (V) Mamajang,Mariso dan Tamalate Anton Paul Goni (APG) dalam agenda reses ketiga masa persidangan ketiga tahun sidang 2021/2022 titik ke lima di Jalan Bontoduri VI kelurahan Bontoduri Kecamatan Tamalate Senin (8/8/2022).

Hadir lurah Bontoduri,Binmas dan Babinsa setempat.
Keluhan pertama disampaikan oleh ketua LPM Bontoduri masalah kantor yang sudah 7 kali pindah.

Jawaban APG bahwa keluhan Bontoduri yang tidak ada kantornya sebelumnya sudah dibahas di komisi A.

“Waktu saya masih di komisi soal kantor lurah itu sudah kami bahas,untuk lokasi kami coba di Villa Mutiara tapi masih zona hijau dan masih covid jadi belum ada kegiatan fisik waktu itu artinya kita belum bisa membangun padahal jumlah warga Bontoduri 14 ribu orang,”jawab APG.

Adapun keluhan lain masih soal area banjir yang merupakan area rendahan warga minta bantuan drainase dimana
Bontoduri merupakan pecahan Parangtambung.

“Soal drainase jika dinas PU sudah tahu alamatnya pasti akan segera dikerjakan,”ungkapnya.

Sementara itu salah satu ketua RW Bontoduri Sitti Aminah meminta tambah an bantuan Alquran dimana 10 buah sudah diberikan tinggal 8 lagi karena membutuhkan 18 Alquran,ia juga meminta bantuan modal UMKM Gilingan keripik

Dilanjutkan APG persoalan kantor sudah dibahas dikomisi A soal lokasi namun masih covid waktu itu jadi blm ada kegiatan fisik selain yang berkaitan dengan orang sakit.Soal kantor lurah termasuk Maccini Sombala kita sudah temukan lokasinya namun masih sengketa dan sudah dibahas di komisi A BPN juga sudah siap waktu itu

“Tapi sekarang saya di komisi C tapi saya akan upayakan untuk komunikasi
dengan kepala pertanahan
seperi pasar Hartaco saya masih perjuangkan hingga kini semoga tahun ini pasar Hartaco bisa diserahkan dari Perumnas ke Pemkot Makassar,”harapnya.

Kedepannya kata APG dirinya akan segera menghubungi Komisi A bagaimana kelanjutan kantor lurah bontoduri dan bangkala termasuk tanah pemakaman yang rata-rata mengeluhkan biaya pemakaman yang naik sebesar 5 juta karena tukang galih kubur minta cost lebih karena rerata tanah pemakaman sdh full.Harapan kita tidak ada mafia tanah.
Pemkot Makassar sedang mencari 10 hektar tanah untuk pemakaman Islam.

Lanjut dia menjawab bahwa untuk drainase sebenarnya ada laskar drainase tapi sekarang belum ada kegiatan PU sudah janji juga akan memperbaiki drainase penyebab banjir jika alamat sudah mereka terima.

Untuk alquran ia berjanji akan memberikan 10 buah
solusi untuk modal UMKM adalah PDAM karena mereka punya CSR tapi untuk sementara bantuan mereka saat ini hanya untuk bantuan sosial misalnya mesjid mau pasang air bersih atau pun rumah-rumah ibadah lainnya.Tapi klau UMKM kata PDAM kalau dividen sudah mencukupi barulah akan membantu UMKM.

“Saya prioritaskan itu adalah penggalian drainase,adapun bantuan modal saya akan coba minta sama pengusaha seperti Alfamart atau Indomaret untuk pemberian CSR bagi masyarakat yang membutuhkan,”ungkapnya.

Adapun sampah dan kabel-kabel yang menumpuk di seputaran Hartaco Ia menyarankan warga sebaiknya menyurat ke komisi A agar kita bisa mengundang PLN dan Telkom agar kita menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“Tapi saya heran kenapa masih banyak sampah padahal kita sudah anggarkan untuk penambahan armada dan mobil sampah dan semua sudah dianggarkan sewaktu saya masih di komisi A kita juga usulkan untuk penggunaan Hidrolic ,'”ungkapnya.

Saat ini masih fokus perbaikan drainase anggaran untuk jembatan yang macet kami belum bisa memberikan solusi karena perkembangan warga Barombong dan Galesong yang mencari makan di Makassar.Apalagi pengembangan perumahan cukup padat di bagian Barombong dan Galesong.

Masalah jalanan yang berlubang pasca pengerjaan proyek sanitasi PT Waskita Karya mengganggu pengguna jalan dikeluhkan warga saat APG gelar reses ketiga di titik pertama,kedua,ketiga,keempat,kelima dan keenam di tiga kecamatan berbeda.

APG berkomitmen segera mengkomunikasikannya kembali dengan pihak terkait tentang jalan-jalan berlobang di seputaran Cendrawasih Maricaya, dan jalan-jalan protokol lainnya yang membuat keresahan warga sekitar dan pengguna jalan.(ninaannisa).

Previous Post

Terang Bohlam dari PLN Bikin Petani Buah Naga di Sinjai Raih Cuan Berlipat

Next Post

Terus Tingkatkan Kualitas SDM Kepariwisataan,Dispar Gelar Pelatihan Khusus Tentang Pariwisata

Next Post

Terus Tingkatkan Kualitas SDM Kepariwisataan,Dispar Gelar Pelatihan Khusus Tentang Pariwisata

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In