• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Senin, November 2, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Senin, November 2, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

BI Paparkan Inflasi Bulanan Sulsel Juli 2022 Tercatat Sebesar 1,12% (mtm),Makanan dan Minuman Segmen Tertinggi Pemicu Inflasi

by
04.08.2022
in Ekobis, Life Style, News

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.ID.Bank Indonesia Sulawesi Selatan kembali merilis Inflasi Sulsel pada Juli 2022, Sulsel mengalami inflasi sebesar 1,12% (mtm) atau lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,33% (mtm).

Secara spasial, dari 5 kota IHK (Bulukumba, Makassar, Palopo, Pare-pare, dan Watampone) di Sulsel, inflasi bulanan tertinggi dialami oleh Kota Makassar sebesar 1,25% (mtm), sedangkan inflasi bulanan terendah dialami oleh Kota Watampone yaitu sebesar 0,52% (mtm).

Secara tahun kalender, inflasi Sulsel tercatat sebesar 4,07% (ytd), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2,92% (ytd). Sementara itu, inflasi tahunan Sulsel tercatat sebesar 4,99% (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan BI Sulsel Causa Imam Karana mengatakan inflasi bulanan di Sulsel utamanya disumbang oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau; dan Transportasi dengan inflasi masing-masing sebesar 1,53% dan 3,48% (mtm).

Inflasi bulanan Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau memiliki andil inflasi sebesar 0,46% yang utamanya dipengaruhi oleh kenaikan bawang merah, cabai rawit, dan cabai merah karena terbatasnya pasokan dan belum masuknya masa panen raya.

Sementara itu, inflasi bulanan pada kelompok transportasi memiliki andil inflasi sebesar 0,40% utamanya dipengaruhi oleh kenaikan harga tarif angkutan udara seiring dengan kenaikan harga avtur dunia, peningkatan mobilitas masyarakat akibat libur sekolah/tahun ajaran baru, dan penyesuaian tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Passenger Service Charge (PSC) oleh operator bandara.

“Kami bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan koordinasi untuk melakukan strategi pengendalian inflasi, utamanya melalui penjajakan Kerja sama Antar Daerah (KAD) baik intra provinsi Sulsel maupun dengan provinsi di luar Sulsel. Selain itu, pemantauan pasokan dan harga serta operasi pasar juga dilakukan baik di tingkat Kabupaten/Kota maupun tingkat Provinsi dalam rangka memperkuat strategi pengendalian inflasi,”ungkap Pak Cik sapaannya.

Kedepan kata dia inflasi Sulsel diperkirakan terkendali seiring dengan upaya yang dilakukan oleh TPID dalam menjaga kestabilan harga baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

Previous Post

Raih Penghargaan Top CSR, KALLA Konsisten Laksanakan Ragam Program di 4 Provinsi

Next Post

Forum Komunikasi LSM-PERS Bekerjasama PPNI Luwu Utara Gelar Rapat Pemantapan Khitanan Massal

Next Post

Forum Komunikasi LSM-PERS Bekerjasama PPNI Luwu Utara Gelar Rapat Pemantapan Khitanan Massal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In