• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Rabu, November 4, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Rabu, November 4, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Andi Ruskati Sebut, Sulbar Bisa Lahirkan Generasi Emas Bebas Stunting

by
26.07.2022
in Advertorial

Polman.daulatrakyat- Badan Kependudukan, Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ) Perwakilan Sulbar dan Komisi IX DPR RI menggelar sosialisasi terkait stunting di Kecamatan Matakali, Polman, Selasa, 26 Juli 2022.

Kegiatan tersebut dihadiri Inpekstorat BKKBN pusat Chinggih Widanarto, Kepala BKKBN Sulbar Nuryamin dan anggota Komisi IX DPR RI Andi Ruskati Ali Baal.

Merespon tingginya angka stunting di Sulbar secara Nasional berada diurutan ke 2, sebanyak 44 ribu jiwa, dan penyumbang tertinggi berada di Polman sebesar 36%.

Sebab itu, Andi Ruskati Ali Baal mengajak semua masyarakat berkontribusi dalam menyukseskan program yang di galakkan pemerintah, yaitu menjaga jarak kelahiran, menjaga asupan gizi, dan tidak menikahkan anak diusia dini.

Menurut Andi Ruskati, pernikahan dini salah satu penyebab tingginya angka stunting di Sulbar. ” Ini menjadi perhatian kita bersama kedepan, agar kita bisa melahirkan generasi emas,” ujarnya.

Sementara itu, Inpekstorat Wilayah I BKKBN pusat, Maria Vianney Chinggih Widanarto menyebutkan, tak hanya Sulbar, semua daerah di perintahkan oleh Presiden agar menurunkan stunting pada tahun 2024 sebesar 15%.

Untuk mencapai target tersebut, sebut Chinggih Widanarto pemerintah daerah punya kebijakan. Sedangkan BKKBN pusat terus berupaya untuk mencapai target tersebut.

Ia berharap sebelum tahun 2024, angka stunting di Sulbar bisa dituntaskan melalui kerjasama BKKBN dan DPR RI, serta semua masyarakat.

Komisi IX DPR RI Menggelar Sosialisasi Terkait Stunting di Polman, 25 Juli 2022

Kesempatan sama, Kepala BKKBN Sulbar Nuryamin mengatakan, pernikahan dini adalah salah satu faktor penyebab angka stunting. Karena itu, Ia mengajak masyarakat untuk tidak menikahkan anaknya diusia dini.

” Ini harus ditindaklanjuti pemerintah desa. Dan membuat aturan melarang menikahkan anak diusia dini,” kata Nuryamin.

Sosialisasi ini, dihadiri para ibu – ibu, majelis taklim, kader pos yandu dan masyarakat.(Lim/dr)

Previous Post

Pin Up Casino Пин Ап официальный сайт онлайн казино pin up, игровые автоматы, регистраци

Next Post

Pemda Lutra Gelar Rakor Persiapan HUT RI ke 77 dan Rencana Pencanangan Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera

Next Post

Pemda Lutra Gelar Rakor Persiapan HUT RI ke 77 dan Rencana Pencanangan Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In