• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Kamis, November 5, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Kamis, November 5, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

BI Catat Inflasi Sulawesi Selatan Mei 2022 Sebesar 0,28 Persen Perbulan

by
06.06.2022
in Ekobis, Finance

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.ID.Pada Mei 2022, secara bulanan, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami inflasi sebesar 0,28% (mtm) atau lebih rendah dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 1,21% (mtm). Sementara itu, secara spasial, dari 5 kota IHK (Bulukumba, Makassar, Palopo, Pare-pare, dan Watampone) di Sulsel, inflasi bulanan tertinggi dialami oleh Kota Pare-pare sebesar 1,88% (mtm), sedangkan inflasi bulanan terendah dialami oleh Kota Makassar yaitu
sebesar 0,13% (mtm).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia
Causa Iman Karana secara tahun kalender, inflasi Sulsel tercatat sebesar 2,58% (ytd) atau meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2,29% (ytd). Sementara itu, secara tahunan, Sulsel mengalami inflasi sebesar 3,33% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi Nasional sebesar 3,55% (yoy) dan berada dalam sasaran inflasi nasional tahun 2022 yaitu 3,0±1%.

*Inflasi bulanan di Sulsel utamanya disumbang oleh Kelompok Transportasi; dan Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga dengan inflasi masing-masing sebesar 1,99% dan 0,52% (mtm). Inflasi kelompok Transportasi memiliki andil sebesar 0,23%, terutama didorong oleh kenaikan tarif angkutan udara akibat meningkatnya permintaan seiring pelonggaran pembatasan perjalanan masyarakat pada momen cuti bersama Hari Raya Idul Fitri,”ujarnya.

Adapun sumbangan inflasi kelompok Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga terutama berasal dari kenaikan tarif air minum PAM. Di sisi lain, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau mengalami deflasi sebesar -0,23% (mtm), terutama disebabkan oleh menurunnya harga cabai rawit, cabai merah, bayam, dan tomat, seiring pasokan yang tetap terjaga.

Lanjut pak Cik menjelaskan hari Raya Idul Fitri yang dirayakan pada bulan Mei 2022 turut mempengaruhi realisasi inflasi di Sulsel. Secara umum, peningkatan konsumsi masyarakat selama periode Hari Raya Idul Fitri mendorong terjadinya kenaikan harga komoditas. Meskipun demikian, realisasi inflasi Sulsel tetap berada pada level yang terkendali. Hal ini tidak terlepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulsel dalam menjaga stabilitas
harga.

“Kami bersama dengan TPID di wilayah Sulsel berkomitmen untuk terus bersinergi menjaga stabilitas harga melalui strategi 4K (Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga, dan Komunikasi Efektif) dan penguatan kerja sama antar daerah,”ungkapnya.

Previous Post

PT Bosowa Berlian Motor Luncurkan Fuso Euro 4 yang Ramah Lingkungan

Next Post

Dukung Pengembangan Esports Indonesia,Smartfren Luncurkan Kartu Perdana Gaming Bersama Genesis Dogma dan Infinix

Next Post

Dukung Pengembangan Esports Indonesia,Smartfren Luncurkan Kartu Perdana Gaming Bersama Genesis Dogma dan Infinix

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In