• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Kamis, November 5, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Kamis, November 5, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Soal Penentuan Huntap Bagi Penyintas Banjir Bandang, Sepenuhnya Diserahkan ke Masyarakat

by
17.02.2022
in Berita

Luwu Utara, Daulatrakyat— Soal penentuan dan pembagian hunian tetap (huntap) bagi penyintas banjir bandang di Desa Radda, Baebunta Selatan, sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat setempat dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan desa.

Hal ini diutarakan Kalaksa BPBD Luwu Utara Muslim Muhtar saat mendampingi Bupati Indah Putri Indriani menyerahkan kunci huntap kepada 43 kepala keluarga penyintas banjir bandang di Dusun Petambua, Desa Radda, Baebunta, Selasa (15/2/2022).

“Mekanisme penentuan pemilik dan penyerahan huntap ini kita serahkan sepenuhnya kepada pemerintah kecamatan, desa, serta masyarakat terkait,” kata Muslim. Setelah mekanisme tersebut, BPBD menerima data, ada 43 KK yang berhak menerima kunci.

Sementara Bupati Indah Putri Indriani yang menyerahkan kunci tersebut tak lupa mengapresiasi proses penentuan dan pemberian kunci huntap. “Terima kasih karena masyarakat sendiri yang menentukan skala prioritas pembagian huntap ini,” kata Indah.

Dikatakannya, proses penentuan huntap dilakukan setelah dirinya mendengar banyak masukan dari berbagai pihak agar penentuan huntap dikembalikan ke pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat itu sendiri.

“Setelah mendengar banyak masukan, saya segera sampaikan ke BPBD, kita kembalikan ke pemerintah kecamatan/desa untuk menentukan skala prioritas yang akan lebih dulu diserahkan kunci huntap yang berada di lahan IPLT Dusun Petambua ini,” beber Indah.

Bupati perempuan pertama di Provinsi Sulawesi Selatan ini mengungkapkan, 43 unit huntap yang dibangun di atas lahan milik IPLT tersebut sudah tidak ada masalah lagi. “Semuanya sudah clear,” terang Indah, yang juga istri dari Anggota DPR-RI, Muhammad Fauzi.

Untuk diketahui, pendataan yang dilakukan BPBD di Desa Radda terdapat 118 rumah yang masuk kategori rusak berat dan berhak mendapatkan huntap. Nah, dalam perjalannya, ada 47 kepala keluarga yang ingin dibangunkan huntap di atas lahan sendiri (insitu).

Tersisa 71 KK yang ingin dibangunkan huntap di atas lahan yang disediakan pemerintah (exsitu). Dan 43 huntap yang kuncinya telah diserahkan Bupati bisa segera ditempati. Sementara sisanya, 28 KK, harus menunggu giliran. 43 huntap ini dibangun oleh Domus. (lh/jal)

Previous Post

Staf Ahli Walikota Palopo Hadiri Seminar KKL Mahasiswa UIN Alauddin Makassar

Next Post

Atasi Kelangkaan Minyak Goreng, Fahri Hamzah Kritisi Kemampuan Pemerintah

Next Post

Atasi Kelangkaan Minyak Goreng, Fahri Hamzah Kritisi Kemampuan Pemerintah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In