• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Rabu, November 4, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Rabu, November 4, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Mei 2020 Hingga Agustus 2021 Pelaku Industri Pariwisata Terjungkal Bebas

by
08.08.2021
in Ekobis, News

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.ID.Badan Pusat Statistik (BPS) mengunumkan bahwa pada triwulan II berhasil tumbuh 7,66% (yoy), berada diatas pertumbuhan nasional yang tercatat 7,07% (yoy).

Hasil tersebut diperoleh dari aktivitas masyarakat yang meningkat didukung bantuan sosial pemerintah dan relaksasi pembatasan fisik.

Termasuk penerapan disiplin prokes,adaptasi kebiasaan baru alias new normal dari sejumlah dunia usaha pasca pandemic juga dalam upaya pemberian vaksinasi guna mendukung peningkatan aktivitas ekonomi.

Kendati demikian apa yang dipaparkan oleh BPS dan Bank Indonesia berbanding terbalik dengan kondisi ekonomi pelaku pariwisata.

Kenyataannya para pengusaha hotel,restaurant dan travel mengalami krisis pendapatan sejak Mei 2020 hingga Agustus 2021.

Salah satunya industri perhotelan dan travel yang mengeluhkan tingkat hunian ocupansi hotel yang miris yang mengakibatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan mereka.

Ketua DPD PHRI Sulsel Anggiat Sinaga mengatakan secara keseluruhan sejak maret 2020 diawal tahun Pandemic ocupansi hanya 24 persen,pada bulan Januari sampai dengan April masih tetap rendah yakni 26 persen barulah pada Mei era kebiassan baru hingga Juni bergerak sedikit tapi masih tetap saja masih rendah yakni 45 persen dan Juli sampai sekarang Agustus 10 persen.

“Ocupansi hancur lebur sejak pandemic sampai sekarang mbak,ditambah pengurangan karyawan hingga ratusan orang terpaksa dirumahkan karena tak sanggup membayar gaji,”curhat Anggiat.

Ia berharap pandemic segera berakhir.

Sementara itu Didi L Manaba Ketua DPD Asita Sulsel mengeluhkan hal yang sama dimana dia banting setir agar bisa tetap menopang kehidupan keluarganya dimana pengusaha Travel hancur total sejak pandemic.

“Saya sendiri banting usaha ke laundry dan warkop,karena usaha tour dan travel mati jadi yah apa boleh buat mau tidak mau kita harus banting setir dulu.Semua pengusaha travel melakukan hal yang sama untuk menopang kehidupan mereka,”ungkapnya.

Terkait survei sejumlah lembaga di Indonesia yang mengatakan ekonomi bertumbuh regional maupun nasional berbanding terbalik dengan kondisi yang sebenarnya.(ninaannisa)

Previous Post

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Pelaksanaan Isolasi Terintegrasi (Isoter) di Asrama Haji Sudiang Makassar

Next Post

Peningkatan Aktivitas Masyarakat Dorong Pemulihan Ekonomi

Next Post

Peningkatan Aktivitas Masyarakat Dorong Pemulihan Ekonomi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In