• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Senin, November 2, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Senin, November 2, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

DPRD Pasangkayu ke RSUD Lihat Mesin PCR Swab

by
31.05.2021
in Berita

Pasangkayu -daulatrakyat.id-Beberapa anggota DPRD Pasangkayu meninjau alat mesin PCR Swab yang ditempatkan di laboratoriun RUSD Pasangkayu.

Ketua Komisi I, H Andi Enong bersama Wakil Ketua II DPRD Pasangkayu, H Arwi dan Karma Yunus, mempertanyakan alat mesin PCR apa sudah difungsikan.

Selain mesin, ada sejumlah alat penunjang di dalam laboratorium ini. Semua alat sudah dicek, dan berfungsi dengan baik. Tapi karena izin belum keluar, alat ini sementara belum bisa dioperasikan.

Menurut informasi, harga alat untuk mendeteksi keberadaan virus corona ini mencapai Rp4 miliar lebih.

Sejak wabah corona melanda secara global tak terkecuali Indonesia, Satgas Covid-19 Kabupaten Pasangkayu melakukan uji swab bagi pasien dengan cara mengirim sampel ke Makassar (Sulsel) atau Mamuju (Sulbar). Cuma, hasilnya lama diketahui.

Karena itu, dinas kesehatan sebagai penanggungawab pengadaan alat ini. Izinnya juga masih dalam pengurusan.

“Makanya kami masih menunggu izinnya terbit. Dan setahu saya, sudah diupayakan oleh dinas kesehatan,” sebut Direktur RS Pasangkayu, dr. Welly Patana Salu melalui pesan WA.

Ditemani dua anggota, Wakil Ketua DPRD Pasangkayu, Arwi berkunjung ke RSUD Pasangkayu untuk memastikan kondisi beberapa peralatan tersebut.

Bagi DPRD Pasangkayu, semestinya dinas kesehatan jauh-jauh hari sudah mengurus izin. Apalagi, alat itu tiba di awal tahun 2021. Dan semua masih terlihat baru.

“Kami hanya ingin memastikan merek produk alat ini. Karena kami tahu harganya mencapai miliaran,” jelas Ketua Komisi I DPRD Pasangkayu, H Andi Enong di sela kunjungan, Kamis, 27 Mei 2021.

Karma Yunus pada kesempatan yang sama, menyoroti Dinas Kesehatan Pasangkayu. Pasalnya, ia menilai Kadis Kesehatan Pasangkayu, Samhari, terlalu lambat bergerak mengurus izin.

“Tidak ada alasan lambat mengurus izin. Dia (Samhari) itu lambat bergera. (Virus corona) inikan sudah bertahun, alat ini bisa mubazir,” katanya.

Karma juga mengatakan, ini bukan anggaran sedikit yang dipakai untuk beli alat PCR Swab untuk mengetes virus Corona,” tegas Karma. (jamal/lin/dr)

Previous Post

Terima Informasi Longsor di Hulu Sungai Maipi, BPBD Susuri Kaki Gunung Lero. Ini Hasilnya

Next Post

Kunjungi Morawali, Andi Ruskati Akui Ada TKA Disana

Next Post

Kunjungi Morawali, Andi Ruskati Akui Ada TKA Disana

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In