• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Senin, November 2, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Senin, November 2, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Sekolah Tatap Muka di Luwu Utara Mulai Dilakukan, IDP; Semua Wajib Pakai Masker

by
01.09.2020
in Berita

Luwu Utara, Daulatrakyat. id — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara membuka sekolah tatap muka mulai besok, Selasa 1 September 2020, setelah siswa sebelumnya belajar dari rumah sekira enam bulan lamanya akibat wabah pandemi Covid-19.

Pelaksanaan kembali sekolah tatap berdasarkan kesepakatan yang terbangun antara pihak sekolah dan orang tua siswa itu sendiri.

“Insya Allah, sekolah tatap muka kita mulai 1 September 2020. Saya yakin dinas terkait dan pihak sekolah sudah mempersiapkan bagaimana pembelajaran tatap muka ini dapat berjalan dengan baik,” kata Bupati Indah Putri Indriani baru-baru ini di Masamba.

Meski begitu, para guru dan siswa diwajibkan disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker.

“Semua guru dan siswa harus memakai masker. Saya tidak ingin ada klaster baru muncul, seperti klaster sekolah di Luwu Utara. Saya tidak ingin itu terjadi di Luwu Utara. Jika ada kasus baru, maka sekolah tatap muka langsung kita tutup,” tegas Bupati perempuan pertama di Sulsel ini.

Senada Indah, Kepala Dinas Pendidikan, Jasrum, juga mengutarakan hal yang sama.

“Ada sanksi bagi guru yang tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti tidak pakai masker. Pertama, kita tegur dulu secara lisan, baru kemudian tertulis,” jelas Jasrum, saat dihubungi via ponselnya, Senin (31/8/2020), di Masamba.

“Kita tidak ingin ada klaster pendidikan. Begitu ada kasus baru muncul, sekolah tatap muka langsung kita tutup,” sambungnya.

Masih Jasrum, pihak sekolah juga diwajibkan menyediakan tempat cuci tangan pada masing-masing kelas.

Yang menarik, sebelum masuk kelas, semua siswa diukur suhu tubuhnya dengan menggunakan alat termogun.

“Semua sekolah sudah punya alat pengukur suhu. Jadi kita minta gunakan itu sebelum anak-anak masuk kelas dan belajar. Intinya protokol kesehatan menjadi prioritas kita,” imbuh dia.

Lebih jauh Jasrum menyebutkan, ada beberapa catatan penting yang harus diperhatikan pihak sekolah dalam melaksanakan sekolah tatap muka. Di antaranya, kehadiran harus maksimal 50% dari jumlah siswa yang ada, dan jam pelajaran hanya 3 jam.

“Sesuai standar absensi yang sudah ada, maksimal 50% kehadiran dari jumlah murid yang ada, dan setiap harinya, jam belajar hanya 3 jam. Ini harus betul-betul dilaksanakan,” pungkasnya. (lh/jal)

Previous Post

Kedepankan Protokol Covid- 19, Penjualan Bouvardia Estate Sold Out

Next Post

Sekretariat DPRD Makassar Minta Kepolisian Tangkap Pendemo Bikin Rusuh

Next Post

Sekretariat DPRD Makassar Minta Kepolisian Tangkap Pendemo Bikin Rusuh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In