• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Kamis, November 5, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Kamis, November 5, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Jalankan Fungsinya Sebagai Sosial Kontrol, Bawaslu Harap Media Independen

by
24.08.2020
in Politik

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.ID.Sambut Pilkada Serentak,kota Makassar Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) gelar sosialisasi pengawasan partisipasif bersama media.

Ketua Bawaslu kota Makassar , Nursari mengatakan Dalam mengawal Pilwali Serentak 2020, Bawaslu menyiapkan beberapa strategi pengawasan.

Strategi pengawasan yang dimiliki oleh Bawaslu dimulai dari pengawasan partisipatif bersama media, sebagai upaya meningkatkan angka partisipasi masyarakat untuk melakukan pengawasan mengawal proses demokrasi ke arah yang lebih baik.

“Keterlibatan media dalam pengawasan partisipatif menjadi langkah strategis untuk mengawal proses demokrasi yang lebih baik. Isu yang sentral seperti politik, uang dan isu SARA bisa ditepis dengan pemberitaan dan ada kesepahaman yang bisa dilakukan,”kata dia dalam sambutan.

Nursari berharap Pilwali di kota Makassar dapat berjalan baik, lancar dan tidak ada masalah.

“Harapan inilah yang membuat sangat optimis untuk mengajak semua stakeholde untuk mewujudkan Pilkada Makassar yang sukses dan bermartabak itu bisa dimiliki,”tambahnya.

Sementara itu dalam materinya, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (Aji) Makassar, Nurdin Amir mengatakan, penting independensi seorang jurnalis dalam menuliskan berita.

Jurnalis dan media harus selalu berusaha bersikap profesional apalagi dihadapkan dalam momen Pilwali ini.

Ia menjelaskan dimomen Pemilu Pilwali mulai banyak bermunculan media baik positif maupun negatif atau mereka yang menyudutkan Bakal Calon Wali Kota lain.

“Media itu dibagi ada media profesional, media partisipan dan media komunitas. Membuat platfom semacam media itu sah-sah saja tapi yang digaris bawahi adalah apakah itu media profesional, atau media partisipan,”ucapnya.

“Boleh saja jadi media partisipan tetapi jangan mengaku jurnalis anda mengaku saja sebagai tim sukses. Media partisipan hanya hadir pada pemilihan umum saja,”ungkapnya.

Lebih jauh dia menjelaskan Jurnalis dan media dituntut untuk membuat liputan yang memenuhi dua yakni pendidikan dan kontrol sosial.

“Khususnya berita pilwali kita hadir bahwa ada hak untuk memilih dan juga menyampaikan pesan edukasi yang baik, dengan melihat visinya bukan memilih hanya karna uang, bukan karna persaudaraan dan pertemanan,”terangnya.(ninaannisa)

Previous Post

Pemdes Karondang Bagikan Masker Kepada Jama'ah Sholat Jum'at

Next Post

Lantik UKK dan UKM Rektor Berpesan Jangan Menyerah Berkreasi Akibat Pandemi

Next Post

Lantik UKK dan UKM Rektor Berpesan Jangan Menyerah Berkreasi Akibat Pandemi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In