• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Senin, November 2, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Senin, November 2, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Disdik Sulsel Rumuskan Pembelajaran Tatap Muka di Zona Kuning

by
10.08.2020
in Berita

Makassar-daulatrakyat.id-Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Basri, SPd.MPd memimpin Rapat Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Zona Kuning di Sulawesi Selatan di Ruang Kerja Kepala Dinas Pendidikan Prov. Sulsel, Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 10 Tamalarena Makassar, Senin (10/8).
Nampak hadir mengikuti rapat, Sekretaris Disdik Sulsel, H. Hery Sumiharto, SE.M.Ed, Kepala Bidang Pembinaan SMA, H. Sabri, SPd.MPd, Kepala Bidang Pembinaan SMK, Dra. Hj. Andi Ernawati, MPd, Kepala Bidang Pembinaan GTK & Fasilitasi, Dr. Melvin Salahuddin, Kepala Bidang PKPL diwakili Ahmad Saifuddin, S.Sos.M.Si dan Analis Kurikulum SMK, Andi Tasrif, M.M. Darman Hamza, S.Sos, Analis Kurikulum SMA, Usman, S.Sos, dan tenaga ahli Disdik Sulsel, Dr. Sarifuddin, MPd.

Basri mengatakan, pemerintah telah membolehkan pembelajaran tatap muka bagi daerah zona kuning dan hijau dengan syarat protokol kesehatan yang ketat.
Menurut Basri, pembelajaran tatap muka di zona kuning harus dijaga ekstra ketat. Kita tidak ingin sekolah menjadi klaster baru.
“Prinsif kami, kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan orang tua siswa dan masyarakat menjadi prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran tatap muka,” tutur Basri.
Karena itu, ia mengajak peserta rapat untuk dapat mengevaluasi, mengkaji dan merumuskan, aturan atau petunjuk untuk dipedomani dalam rangka pembelajaran tatap muka di zona kuning dan hijau.
Menurut Basri, penyesuaian pembelajaran tatap muka di masa pandemi covid-19 diperlukan rambu-rambu, termasuk pemberlakukan kurikulum darurat (dalam kondisi khusus). Dalam kondisi ini, kata Basri, sekolah diberi fleksibilitas untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa.
Ia juga mengharapkan sekolah ada pembatasan peserta didik, pembatasan jam pelajaran dan menggunakan protokol covid-19 yang ketat. (humas disdik sulsel/asri/dr)

Previous Post

Peduli Mahasiswa Berprestasi dan Kurang Mampu,Poltekpar Makassar Beri Beasiswa

Next Post

Resmi Dilantik Andi Muhammad Arfan Basmin Jadi Ketua APDESI Luwu

Next Post

Resmi Dilantik Andi Muhammad Arfan Basmin Jadi Ketua APDESI Luwu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In