• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Sabtu, Oktober 31, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Sabtu, Oktober 31, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Hari Kesembilan Pasca Banjir Bandang Kondisi Pengungsi Mulai Alami Gangguan Kesehatan

by
22.07.2020
in Berita

Luwu Utara, Daulatrakyat. id — Hingga hari kesembilan pascabencana banjir bandang di Luwu Utara, kondisi para pengungsi mulai mengalami gangguan kesehatan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara yang dikeluarkan pada Selasa (21/7/2020) kemarin, beberapa pengsungsi ada yang mengalami sakit ISPA, diare, dermatitis, dan hipertensi.

Dari beberapa penyakit ini, penderita ISPA paling banyak yaitu 247 orang. Disusul dermatitis (151), hipertensi (137), dan diare (35).

Sementara kelompok rentan, seperti ibu hamil, bayi, balita dan lansia, BPBD mencatat masih didominasi lansia dengan jumlah 2.623, disusul balita (2.223), bayi (447) dan bumil (303).

Kondisi pengungsi tetap menjadi perhatian pemerintah daerah dengan cara memberikan pelayanan kesehatan dengan baik, dan melakukan edukasi kepada pengungsi untuk tetap berperilaku hidup bersih dan sehat, walau berada dalam pengungsian.

“Hidup bersih dan sehat adalah salah satu modal untuk segera bangkit pascabencana. Untuk itu, tim kita dari Dinas Kesehatan setiap hari melakukan penyuluhan dan pelayanan kesehatan serta melakukan edukasi kepada para pengungsi untuk tetap disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Luwu Utara, Muslim Muhtar, Selasa (22/7/2020) kemarin di Masamba.

Terkait kebutuhan pengungsi yang mendesak, Muslim menyebutkan, penyediaan air bersih masih menjadi prioritas untuk segera diwujudkan.

Setelah itu, kata dia, barulah tandon air, pompa air, obat-obatan, suplemen, susu balita, serta pampers balita dan lansia. Tak hanya itu, ia juga menyebutkan, pakaian dalam wanita, selimut, sarung, pembersih ruangan, masker, genset, penerangan portable, WC postable, dan mobil tangki air bersih.

“Semua kebutuhan para pengungsi ini terus kami upayakan agar para pengungsi tetap bisa hidup layak meski masih di tengah pengungsian, sambil menunggu rumah hunian sementara (huntara) atau rumah khusus, yang sementara juga diupayakan pemerintah agar cepat rampung, dan segera bisa ditempati oleh para pengungsi,” terang Muslim.

Hingga hari ke-9, korban yang meninggal sudah 38 orang, luka-luka 106 orang dan 10 orang hilang. (lh/jal/dr)

Views: 151
Previous Post

Pj Walikota Makassar : Kita Dorong Sektor Ekonomi Real Asal Protap

Next Post

Pembangunan 400 Unit Huntara untuk Korban Banjir Akan Rampung Dalam Sebulan

Next Post

Pembangunan 400 Unit Huntara untuk Korban Banjir Akan Rampung Dalam Sebulan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In