• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Selasa, November 3, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Forum Peduli Keluarga Harapan (F-PKH) Kabupaten Bone Soroti Petugas Bank Mandiri Cabang Bone

by
06.07.2020
in Berita

Bone,Daulatrakyat.id-Senin, 6 Juli 2020-Hal itu terjadi karena pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) merasa ada diskriminasi terhadap pelayanan warga penerima bantuan sosial Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH).

Pihak Bank Mandiri lebih mengutamakan pelayanan tehadap nasabah non bantuan sosial dari pada nasabah penerima bantuan sosial program keluarga harapan (PKH).

Nomor antrian penerima bansos keluarga Penerima Manfaat (KPM) ditukar lagi dengan antrian costumer service nasabah umum. Akibatnya keluarga Penerima Manfaat (KPM) harus antri sebanyak 2 kali untuk melaporkan keluhannya terblokirnya Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) program PKH.

Selain itu pihak Bank Mandiri memarahi nasabah bantuan sosial yang antri

Iwan salah satu pendamping PKH mengatakan “Justru pihak Bank Mandiri membukakan loket tersendiri bagi penerima program keluarga harapan agar tidak menumpuk ditengah pandemik covid 19, bukan justru memarahi nasabah, siapa suruh menerima mereka sebagai nasabah dalam program ini, jika tidak mampu pindahkan ke Bank lain” ungkap Iwan
Ditambahkan Andi Husni Mubaraq pendamping PKH menyarankan kepada Bank Mandiri agar memberikan pelayanan yang standar, setidaknya nasabah/KPM disediakan tempat duduk antrian yg memadai diluar gedung sebelum mereka dipanggil masuk ke ruangan, sehingga mereka tidak menumpuk di luar”
Mengetahui kejadian itu ketua forum peduli keluarga harapan (F-PKH) Andi Tansi mendatangi pihak Bank Mandiri untuk mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan terhadap KPM, karena tidak adanya kebijakan yang konsisten. “Saya meminta adanya kesepakatan bersama (MoU) Bank Mandiri dengan pendamping PKH mengenai yang mana harus didampingi ke Bank dan yang hanya menggunakan surat kuasa agar nasabah bansos tidak menumpuk di Bank.”
Sementara itu pihak Bank Mandiri berdalih lain, bahwa apa yang dilakukan sama sekali tidak membeda bedakan namun kami hanya mengatur agar tidak terjadi penumpukan dan pihak bank mandiri sepakat jika dibuatkan surat kesepahaman bersama bagaimana teknis pelayanan yang sama sama saling memudahkan dalam pelayanan dan tidak melanggar standar operasional yang ada.

Previous Post

F-PKH Peduli Andi Promal Pawi Berharap Ini

Next Post

SRIKANDI dan SAPMA Pemuda Pancasila Gowa Mendukung Full Gerakan Sejuta Masker Oleh Pemda Gowa

Next Post

SRIKANDI dan SAPMA Pemuda Pancasila Gowa Mendukung Full Gerakan Sejuta Masker Oleh Pemda Gowa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In