• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Senin, November 2, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Senin, November 2, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Pelayanan Prima Kunci Sukses Tim Helpdeks PPDB Disdik Sulsel

by
01.07.2020
in Berita

Makassar-daulatrakyat.id-Sampai hari ke tiga pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jalur zonasi masih berlangsung tertib dan lancar. Sejumlah pengaduan yang masuk ke Posko Helpdesk Panitia PPDB Disdik Sulsel memang mengalami penurunan dibanding hari kedua dan pertama jalur zonasi.
Ini diakui Koordinator Tim IT PPDB Disdik Sulsel, Dra. Hj. Andi Hidayati, MPd ketika ditemui di Posko Helpdesk PPDB di Gedung Guru Disdik Sulsel, Rabu (1/7).
Bergurangnya pengaduan ke Posko Helpdesk, menurut Andi Hidayati berkat adanya sosialisasi yang diberikan setiap hari kepada setiap pengunjung. Tidak itu saja, menurut Kepala UPT PTIKP Disdik Sulsel ini, juga karena adanya koordinas dan komunikasi yang lancar antara Posko Helpdesk dengan Cabang Dinas Pendidikan dan juga Sekolah.
Andi Hidayati selalu mengingatkan dan menekankan kepada anggotanya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan mengutamakan pelayanan prima, cepat, tuntas dan ramah serta dengan senyum.
Kalau masyarakat cepat dilayani dengan baik, kata Hidayati, mereka akan puas. Kalau mereka puas, lanjutnya, beban kita akan berkurang.
Dalam memberikan pelayanan, Tim Helpdeks, kata Hidayati, tidak segan-segan memberikan simulasi kepada orang tua siswa. Seperti yang terjadi siang tadi, orang tua calon siswa yang mendaftar di SMA Negeri 17 Makassar mengklaim jarak zonasi terlalu jauh, yaitu kurang lebih 150 meter, padahal menurut yang bersangkutan lokasi rumahnya persis di belakang tembok SMAN 17.
Setelah ditarik garis titik koordinat sekolah ke rumahnya, kata Andi Hidayati, memang benar jaraknya kurang lebih 150 meter, sebab titik koordinat sekolah berada di kantor SMAN 17, berada jauh di depan sekolah, bukan di tembok belakang sekolah.
“Dengan simulasi yang kita peragakan, mereka mengerti dan puas,” ujar Andi Hidayati.
Andi Tasrif, S.Sos.MM, salah seorang Tim IT PPDB Disdik, mengatakan, untuk mengatasi jarak zonasi yang sering tidak terbaca dengan baik oleh system, Andi Tasrif mengharapkan para kepala sekolah atau operator sekolah mengingatkan calon siswa menulis atau mengisi secara jelas dan lengkap alamat tempat tinggal calon siswa.
Misalnya, kata Andi Tasrif, calon siswa menuliskan alamat Jl. G.L Battang, pasti maps akan membaca jaraknya 200 km dari sekolah yang dituju, sebab alamat yang dimaksud berada di Kota Palopo. “Jadi kita harus menuliskan secara lengkap, yaitu Jalan Gunung Lompo Battang,” ujar Tasrif. (humas disdik sulsel/asri/dr)

Previous Post

Hari ke Tiga PPDB SMA Jalur Zonasi Capai 47 Ribu, SMAN 1 Makassar Paling Banyak Peminatnya

Next Post

Jadi Keynote Speaker, IDP: Pemda Terus Komitmen Dukung Eksistensi Kakao di Tana Luwu

Next Post

Jadi Keynote Speaker, IDP: Pemda Terus Komitmen Dukung Eksistensi Kakao di Tana Luwu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In