• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Rabu, November 4, 2026
Daulat Rakyat
Web Official Daulat Rakyat
  • Home
  • Redaksi
    • Pengunjung
  • Catatan Redaksi
No Result
View All Result
Daulat Rakyat
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
Rabu, November 4, 2026
No Result
View All Result
Daulat Rakyat

Pemkot Palopo Sinergikan Pencegahan Bencana di Hutan dan Pantai

admin@daulatrakyat.id by admin@daulatrakyat.id
10.02.2020
in Berita

Palopo Daulatrakyat- Pemerintah Kota Palopo berencana menyinergikan kinerja pemerintah kota dengan pemerintah pusat dalam penanggulangan dan pencegahan bencana di Kota Palopo.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Palopo, Judas Amir saat menghadiri Kegiatan Penataan Manajemen Penanggulangan Bencana, di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (10/2).

Hadir dalam kegiatan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Doni Monardo, dan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Judas mengatakan, bagian hutan lindung yang ada diantara perbatasan Tana Toraja dan Palopo untuk tetap dijaga dan dilestarikan bersama pemerintah pusat.

Di hutan itu, dikatakan Judas telah beberapa kali bermasalah dan menimbulkan bencana. Beberapa pihak dikatakannya ingin mengubah fungsi hutan, yang justru bisa membahayakan penduduk sekitar.

“Seakan-akan ada yang mau membuka kesempatan orang-orang tertentu yang mau mengelola hutan lindung itu menjadi hutan wisata. Saya ndak setuju. Kita pelajati riwayatnya, tahun 2013 longsor disitu dan 300an KK mengungsi. Jadi kalau ini ndak dijaga, bisa datang lagu masalah setelah itu,” jelasnya.

Olehnya Judas akan menyinergikannya dengan pemerintah pusat dalam hal ini BNPB untuk lebih menjaga hutan tersebut.

“Termasuk bekas bencana yang tidak terjaga di hutan itu, itu yang mau kita minta untuk diperbaiki,” ucap Judas.

Selain hutan, pencegahan bencana untuk masyarakat pesisir juga akan diprioritaskan. Contohnya saja di wilayah pantai di Palopo, Judas mengatakan saat ini sudah mulai terkikis.

Bahkan jika air surut, terlihat jelas terkikisnya wilayah pantai ini mencapai 800 meter dari bibir pantai. Hal ini juga yang coba akan disinergikan oleh Pemkot Palopo.

“Pantai kita juga sekarang terkikis ombak. Itu yang mau kita sinergikan. Mungkin kita akan minta bantuan supaya pantai bisa dikelola kembali untuk ditempati masyarakat. Mungkin ada kantin dan sebagainya,” tambah Judas. (*)

Previous Post

F-PKH Bantah Lakukan Pungli Kepada Warga Penerima

Next Post

Bawaslu Gowa Melaksanakan Sosialisasi Netralitas ASN Dalam Rangka Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020 di Gowa

Next Post

Bawaslu Gowa Melaksanakan Sosialisasi Netralitas ASN Dalam Rangka Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020 di Gowa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/
  • Berita
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Ekobis
  • Hiburan
  • Politik
  • Opini

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

No Result
View All Result

© 2024Daulat Rakyat - Santun Cerdas Kritis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In