Waspada Ikan Invasif, BKIPM Makassar Kerjasama InBS Gelar Talkshow

Makassar.daulatrakyat.id.Mewaspadai menyebarknya ikan invasif di Sulawesi Selatan Balai karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Makassar bekerjasama dengan Indo Betta Splendens (InBS) Sulawesi Selatan menyelenggarakan talkshow dengan mengangkat tema “Ikan Sehat Yes, Ikan Invasif No”.

Kegiatan yang dirangkaian dari The First Betta and Guppy Show East Sulawesi yang berlangsung di Trans Studio Mall Makassar akhir Juli 2018 kemarin. bertujuan memberikan pemahaman dan informasi tentang status penyebaran ikan invasif di Indonesia serta ketentuan dan standar perdagangan internasional produk perikanan non konsumsi kepada pebisnis dan penggemar ikan hias air tawar di hadiri langsung Kepala BKIPM Makassar, Sitti Chadidjah dan dipandu oleh Purba Kusuma, pembina InBS Chapter Sulsel.

Dalam perbincangan tolkshow muncul Fakta yang berkembang sekarang yaitu masuknya beberapa spesies asing yang bersifat invasif yang dapat berdampak negatif pada ekosistem dan spesies endemik yang ada di kawasan tertentu di Indonesia.

Maraknya perdagangan spesies yang tidak diketahui asal usulnya menjadi ancaman bagi penularan penyakit baru. Selain itu, regulasi yang terkait pemasukan spesies akuatik asing belum dipertajam dalam ranah penegakan hukum dalam bentuk pemberian sanksi yang tegas

Sitti Chadidjah menyatakan spesies asing invasif merupakan salah satu isu utama dunia yang mengemuka sekarang yang bisa mematikan spesies lain, mengganggu lingkungan dan memacetkan pergerakan ekonomi atas dampak yang ditimbulkannya.

“Pengaruh introduksi ikan asing ke perairan umum di Indonesia memang belum pernah diteliti secara mendalam, tetapi banyak kasus telah menimbulkan ancaman yang serius terhadap kelestarian sumberdaya ikan asli” Ungkapnya

Lebih jauh ia mengungkapkan Khusus untuk wilayah Sulawesi Selatan, realitas yang terjadi adalah kepunahan biota-biota eksotik seperti ikan butini (Glossogobius matanensis) dan ikan opudi (Telmatherina celebensis) sebagai akibat introduksi ikan louhan yang dilakukan akhir-akhir ini.

“Di Makassar, kami sedang mendata ikan-ikan invasif yang dipelihara oleh masyarakat untuk selanjutnya diserahkan secara sukarela kepada pihak karantina ikan untuk melindungi produksi perikanan Sulsel” jelas Sitti.

Terkait upaya yang saat ini dilakukan kata Sitti adalah peningkatan pengawasan dan pengendalian secara terpadu, sehingga penyebaran dan dampak yang ditimbulkan dapat ditekan serendah-rendahnya khususnya ikan asing yang bersifat karnivora dan cepat berkembang biak sehingga tidak menyebabkan musnahnya spesies ikan asli Indonesia.

Selain itu Pengawasan pun saat ini dilakukan dengan mengadakan pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya pelepasan ikan hias ke alam, dan pemeliharaan dan perbanyakan ikan asing invasif dalam unit tertutup agar tidak lepas ke alam dan pemeriksaan lalu lintas ikan antar pulau agar ikan asing invasif tidak masuk ke wilayah baru.(*/Indrawan).

 

Editor : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.