Wartawan dan LSM Lakukan Aksi Solidaritas Terkait Pemukulan Jurnalis Manakarra TV

 

Daulatrakyat.id, Mamuju – Puluhan wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik,  dan lembaga kemahasiswaan seperti PMII, HMI, Ansor Banser serta LSM Sulbar mengadakan aksi solidaritas terkait pemukulan wartawan Manakarra TV, Busman Rasyid. Aksi kekerasan terhadap Busman ditengarai dilakukan para pekerja mega proyek RS. Regional.

Aksi dilakukan Jumat (3/1/2017) di Jalan Jendral Sudirman simpang empat sekitar pukul 01.00 Wita. Peserta aksi menuntut agar para pelaku pemukulan ditindak tegas.

Sebagaimana tertera di spanduk yang bertuliskan, “Tangkap Pelaku Pemukulan Jurnalis, Jurnalis Bukan Musuh Rakyat,” dan berbagai kalimat lainnya.
Wartawan Daulat Rakyat Mursalim Majid mengatakan, aksi tersebut sengaja mereka lakukan untuk menyampaikan tuntutan jurnalis atas insiden yang menimpa jurnalis di Mamuju.
Ada 4 tuntutan dalam aksi tersebut. MEnuntut pihak kepolisian untuk menangkap pelaku penganiayaan wartawan. Mengusut dugaan korupsi pembangunan RS Regional Mega Proyek Rp195 M dan meminta Dinas Tenaga Kerja Prov. Sulbar untuk mengevaluasi tenaga kerja di RS Regional, apa sesuai standart atau tidak yang bekerja di  mega proyek RS. Regional serta usut tuntas dugaan penganiayaan/ pemukulan jurnalis.
Mursalim menambahkan, aksi tersebut dilakukan karena tindakan tidak terpuji yakni pemukulan terhadap Busman Rasyid, wartawan Manakarra TV.
“Wartawan adalah profesi yang dilindungi Undang – undang. Sesuai dengan kode etik jurnalis yang ada di undang-undang, jurnalis wajib dilindungi oleh negara di manapun mereka berada,” tegas Mursalim.
Ibnu Imat totori, Ketua Umum PMII menambahkan, kasus pemukulan tersebut harus diusut hingga tuntas. Para wartawan menuntut agar petinggi mega proyek RS Regional memberikan sanksi tegas kepada anggotanya yang telah bertindak anarkis kepada jurnalis.
Sekretaris Umum HMI Cabang Manakarra, Amiruddin Sompa menegaskan, semua pelaku pemukulan terhadap jurnalis Manakarra TV agar segera ditahan dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Agar tidak ada lagi kasus-kasus  serupa yamg menimpah jurnalis.
Ketua PW GP Ansor, Sudirman menyesalkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum kontraktor dan menyesalkan tindakan menghalang-halangi jurnalis dalam mengambil data. “Pihak berwajib harus segera menindaklanjuti laporan teman-teman pers, agar memberi efek jera kepada tersangka agar tidak ada lagi kejadian serupa.”
Usai melakukan aksi di Jalan Jendral Sudirman simpang empat, puluhan jurnalis dan LSM smenuju ke lokasi pembangunan RS. Regional untuk melanjutkan aksinya.

Penulis : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.