
Luwu Utara, daulatrakyat.id — Warga kecamatan Tanalili dan kecamatan Bone-Bone melakukan aksi unjuk rasa dan memblokade jalan poros trans Sulawesi, Jumat (23/01)
Aksi unjuk rasa dilakukan untuk pemekaran propinsi Luwu Raya. Kemudian aksi ini dilakukan di dua titik yakni di pertigaan Desa Patila kecamatan Tanalili dan jembatan Bone-Bone, kecamatan Bone-Bone.
Nampak terlihat di jembatan Bone-Bone para aksi memblokade jalan trans Sulawesi sehingga kendaraan roda dua dan empat tidak bisa lewat.
Anggota DPRD Luwu Utara dari Partai Amanat Nasional (PAN) Heriansyah Efendi dengan semangat menyampaikan orasinya. Ia mengungkapkan, ini bukan acara seremonial tetapi 23 Januari adalah hari dimana kita mengingat hari perlawanan rakyat Luwu yang dimana ketika NKRI ketika merdeka tanah Luwu berjatuh, bangsa Luwu berjatuh tanpa syarat.
“Tanah Luwu di janjikan menjadi suatu daerah yaitu propinsi Luwu Raya tetapi sampai hari ini kurang lebih 20 tahun diperjuangkan belum ada realisasi, belum ada tanda-tanda segelintir pemerintah-pemerintah pusat untuk memekarkan Luwu Raya,”ungkapnya.
Ia menegaskan, kita jadikan tangal 23 Januari ini sebagai awal kita memperjuangkan semangat leluhur kita, semangat yang kita miliki hari ini adalah warisan daripada leluhur kita, adalah warisan daripada pahlawan-pahlawan kita
“Hari ini kita diminta untuk kembali menyuarakan permintaan untuk menyuarakan propinsi Luwu Raya berdasarkan janji Negara yang telah diutarakan oleh Bung Karno,”ujarnya.
Selain itu Heriansyah Efendi meminta maaf kepada masyarakat dan para pengguna jalan yang akan melintas, karena perjalanannya terganggu
“Seluruh pengguna jalan yang merasakan kemacetan pada hari, kami dari lubuk hati yang dalam, menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya,”tutupnya.(jal)






















