Tiga Point Penting Bakal Akhiri Polemik Kutipan Gamaguci

Mamuju.daulatrakyat.id-Kutipan Gamaguci peneliti asal Jepang yang di tulis oleh akademisi Doktor Ramli menanti solusi

Tulisan itu menjadi polemik dikalangan masyarakat Pitu Ulunna Salu (PUS) karena dinilai mengandung ponit diskriminasi.

Apalagi para tim perumus akan memasukkan kedalam muatan lokal (Mulok) pada mata pelajaran SMA di Sulbar.

Dilansir pojokselebes.com, hari ini telah melahirkan 3 poin nota kesepahaman di tengah kontroversi tulisan sang Doktor Ramli.

Ketiga point tersebut telah ditanda tangani oleh Kadiknasbud Provinsi Sulbar Drs Arifuddin dan disaksikan kordinator Forum Masyarakt PUS, H Damris.

Bunyi point kesepahaman adalah. Pertama memfasilitasi pertemuaannya antara masyarakat PUS dengan DR.Ramli. Kedua Rumusan penamaan muatan lokal (Mulok) bahasa di jenjang SMA di batalkan. Ketiga, tim perumus yang merumuskan Mulok pada 26-28 Juli 2018 harus mempertanggungjawabkan hasil rumusannya.

Petemuan itu dijadwalkan akan digelar di lapangan Ahmad Kirang pada Jumat, 10 Agustus 2018 mendatang.

Kadiknas Sulbar bersama Ketua Forum Masyarakat PUS Saat Penandaranganan Nota Kesepahaman (Foto:pojokcelebes)

Penulis : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.