Temuan Dugaan Pabrik Sabu,Ketua Hikam Majene Menilai Pemerintah Daerah Gagal Proteksi Warganya

Majene.daulatrakyat.id-Kota Majene sebagai kota pendidikan, seperti ketibang petaka moral. Bagaimana tidak kota Religus ini di gegerkan dengan penemuan oleh BNN dugaan pabrik sabu disalah satu kompleks perumahan Griya Pesona Lembang Majene.

Menyikapi peristiwa memprihatinkan itu,Ketua Himpunan Kekeluargaan Masyarakat Mandar (Hikam) Majene Muhammad Idris geram atas peritiwa tersebut.

“Sebagai putra kelahiran majene tentu saya merasa sangat terhina bahkan mencoreng ketegaran moral atas kejadian di Majene terakhir ini,” ujar M Idris saat dimintai tanggapanya terkait dugaan pabrik sabu di kota kelahirannya itu,Selasa, 10 Juli 2018.

Sebagai kota religius Majene,Ia merasa bangga memperkenalkannya baik event nasional dan Internasional sebagai putra daerah yang lahir di kota religius itu.

Namun, atas kejadian ini sungguh sangat menyentak.” Bagaimana mungkin Majene yang saya kenal sangat berahlak ternodai dgn temuan BNN, bahwa ternyata kota kecil yg relegius menjadi sentra produksi NAPSA/NARKOBA yang dapat memusnahkan generasi muda bangsa kita”, begitu untaian keluh kesah M Idris.

Atas temuan ini, menurutnya harusnya membuka mata dan pikiran, bahwa ternyata pemerintah lokal sudah tidak dapat memproteksi warganya dengan baik.

M Idris menilai pemerintah setempat gagal menjadi earling warning system untuk membentengi warganya dari serbuan bahan yang memilki kekuatan penghancur generasi.

“Kita tidak memiliki sistem yang baik. Banyak institusi pengaman dan penegak hukum yang disfungsi di Majene,” katanya.

Dia menyebut, Kota kecil seperti lembang banggae tidak logik bila tidak cepat menangkap gejala akan ada pabrik sabu bila saja RT,RW, Lurah,Camat dan polsek bekerja menurut orbit otoritasnya dengan baik.

“Apa yang kita takutkan sekarang bahwa warga kita pasti sudah semakin banyak yang menjadi pengguna karena pabrik pasti mensuplai kebutuhan lokal terdekat, sesudah itu melintas batas daerah lain,” sebut M. Idris.

Selain Kabupaten, menurut dia secara khusus sulbar juga sudah pasti semakin rawan.

“Jaringan NARKOBA pasti mencari sel-sel yang aman dan menguntungkan,” ujarnya.

Dengan begitu, dia menegaskan bahwa memberikan edukasi deteksi dini penyalahgunaan narkoba yang harus dibangun di keluarga.

Ketua Hikam ini mendaskan bahwa test urin semua pegawai ASN, militer dan polri serta institusi vertikal lainnya yang ada di majene adalah hal yang wajib dilakukan oleh pemda kerjasama degan BNN.

“Bersikan majene dari akar-akar NArKOBA. Kita juga perlu memproteksi sejumlah Kampus universitas di Majene. Sasaran empuk Narkoba adalah nect generations,” tandasnya.

Dia pun berharap semoga BNN dan petugas yang lain segera dapat membersihkan Narkoba dari Majene.

Tim Passaka Polres Majene dan BNN saat Melakukan Penggerebekan dugaan pabrik sabu (dok : dr)

Penulis :Salim Majid

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.