Tanggapan Soni Sumarsono Terkait Wacana NA Tunda Lovely Toraja

*Telah Masuk Event Pariwisata Unggulan 100 Wonderful Indonesia

Makassar.daulatrakyat.id.Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono memberikan tanggapan kepada sejumlah media usai menghadiri rapat paripurna DPRD Sulsel, Rabu kemarin terkait wacana ditunda atau dibatalkan untuk tahun ini.

Sebagai Penjabat Gubernur ia memberikan pandangan serta solusi dalam masa transisi kepemimpinan dan kewenangan.

“Begini untuk event tahunan Lovely Toraja itu akan berlangsung Desember, Gubernurnya sudah Pak NA, kedua, ini sudah sah sudah dilaunching sebagai kalender nasional,” kata Sumarsono.

Oleh karena telah masuk kalender nasional, karena itu jangan serta merta kegiatan ini dihentikan tanpa koordinasi dengan Kementerian Pariwisata.

“Supaya tidak tersinggung, karena baru saja dilaunching bulan lalu termasuk Lovely Toraja,” sebutnya.

Diketahui bahwa dari 100 Wonderful Indonesia yang merupakan event pariwisata, Sedangkan provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun ini memiliki tiga event unggulan yang masuk diantaranya, Eight Festival (F8), Lovely December, dan Festival Phinisi.

Adapun jika alasannya infrastruktur, Sumarsono menyebutkan penyelenggaraan sebelumnya juga dengan infrastruktur yang sama.

“Kalau itu alasannya, menunggu infastruktur sudah selesai, kalau menurut saya sih, toh dulu sih infrastruktur seperti itu masih dilaksanakan. Tetapi kalau buat saya sih sebenarnya dikoordinasikan dulu dengan Kementerian Pariwisata,” harapnya.

Baginya, Lovely Desember tetap harus berlangsung, alasannya, Pemerintah Sulawesi Selatan bisa melaksanakan komitmen karena sudah dikalenderkan seperti sekarang secara nasional. Kegiatan ini juga sudah dikalender dan dipublikasikan secara internasional.

Ia kembali menekankan bahwa koordinasi itu penting antara Pemprov Sulsel dengan Kementerian Pariwisata.

Persoalan sederhananya adalah hari ini Nurdin Abdullah belum dilantik, akan dilantik 17 September mendatang. Sementara komitmen yang ada untuk kalender nasional ini adalah Pemerintah Provinsi sekarang.

“Situasinya juga sulit, kalau saya lakukan sekarang bilang iya nanti Pak Nurdin yang laksanakan, kalau sekarang distop padahal komitmen hari ini, kan situasi ini enak nggak enak lah serba susah buat kita,” ujarnya.

Perlu kejelasan ke Kementerian Pariwisata saat ini. Kenapa dibatalkan (cancel).

“Supaya bisa jelas kenapa di cancel, sekali agenda nasional dicancel selamanya akan dicancel dan dia tidak akan masuk lagi, mereka akan menjaga citra di mata dunia internasional,” jelasnya.

Ia tetap menghormati Nurdin sebagai Gubernur terpilih karena Nurdin Abdullah sudah memberikan arahan dan konsensus dengan para pastor dan pendeta jadi kita hormati.

“Kita hormati stop, cuma nanti kita harus berikan penjelasan tertulis secara resmi, apa alasannya untuk kemudian dibatalkan Lovely ini,” pungkasnya.(*)

 

Editor : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.