Solihin J. Kalla teruskan Estafet Kepimpinan Kalla Group

Makassar.daulatrakyat.id.Solihin Jusuf Kalla secara resmi menjabat sebagai presiden Direktur Kalla Group.

Ia dipercaya menggantikan Fatimah Kalla yang menjabat sebagai presiden direktur Kalla group sejak tahun 2004.

Anak keempat dari lima bersaudara ini mulai terjun langsung di bisnis Kalla group sejak tahun 2000.

Terpilihnya Solihin yang merupakan alumni jurusan bisnis internasional Universitas Duke, AS setelah melalui rapat umum pemegang saham (RUPS).

Sebelumnya Solihin yang lahir di Makassar, 27 Juni 1976 menjabat sebagai Direktur Pengembangan Kalla Group.

” Ini adalah amanah yang diberikan keluarga, tugas saya adalah menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Solihin kepada Awak media saat konferensi pers 17 April 2018, di lantai 1 Wisma Kalla

Sebagai presiden Direktur Kalla Group yang baru, Solihin telah memiliki berbagai perencanaan ekspansi bisnis kedepannya. Diantaranya di sektor energi terbarukan yaitu meneruskan pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Poso I dan Poso II.

“Kedepan target kita pada tahun 2022 nanti sudah bisa memasok listrik sebesar 615 Megawatt di Sulawesi khususnya di Sulawesi Selatan” jelas Solihin.

Selain itu melihat potensi besar di bidang logistik juga akan mulai diseriusi oleh Kalla group dengan memulai membangun Warehouse dan menguatkan armada transportasinya.

” Saat ini Kalla group dengan anak perusahaan PT Bumi Jasa Utama telah memiliki 3500an unit transportasi dan sudah melayani beberapa group perusahaan besar di Indonesia, bidang ini juga akan menjadi fokus kami kedepan” tambah Solihin

Untuk menguatkan manajemen perusahaan, Kalla group juga akan menerapkan sistem manajemen terintegrasi yaitu ERP dengan menggunakan Provider Oracle. sistem ini nantinya diharapkan semua transaksi yang terjadi di dalam perusahaan akan menjadi transparan dan profesional.

” Aplikasi ini juga nantinya dapat digunakan untuk memperoleh data dan informasi yang akurat untuk digunakan dalam setiap pengambilan keputusan bisnis, juga mengeliminasi proses-proses yang dirasa tidak perlu l, sehingga berdampak pada efesiensi biaya dan waktu” tutup Solih.(Indrawan).

 

Editor : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.