Soal Kasus APK, BPK-P Temukan Kerugian Negara 2,4 M

Manuju.daulatrakyat.id- Kasus pengadaan Alat Peraga Kampanye ( APK ) KPU Sulawesi Barat ( Sulbar ), akan segera menemukan titik terang.

Seperti yang dilansir pojokcelebes.com Senin,28 Mei 2018, menyebutkan hasil audit BPK – Pembangunan Provinsi Sulbar telah menemukan adanya kerugian negara kurang lebih 2,4 Miliar.

Kasubdit Tipikor Polda Sulbar, AKBP H. Musa, SH mengatakan, sebelumnnya adanya temuan yang ganjal terkait pengadaan APK oleh KPU.

Sehingga pihak Direktorat Kriminal Khusus ( Krimsus ) Polda Sulbar, langsung melakukan perintah audit dengan melibatkan tim auditor dari BPK-P provinsi Sulbar.

Kata dia, audit ini sangat dibutuhkan ke hati – hatian, sehingga tidak salah, audit pun yang dilakukan oleh tim BPK-P memakan waktu yang cukup lama yakni Satu tahun lebih sampai ada ditemukannya kerugian negara dengan nilai kurang lebih 2,4 Miliar.

” Pas- pas Satu tahun diaudit oleh tim. BPK-P dan hasilnya memang ada kerugian negara yakni 2,4 Miliar.” sebut Musa.

Dengan adanya temuan kerugian negara menurut dia,maka dalam waktu dekat ini akan melakukan gelar perkara yang langsung dilanjutkan dengan penetapan tersangka.

Namun dia mengakui bahwa calon tersangka ada di lingkungan KPU Sulbar. Tapi Ia tak ingin membeberkan nama dan identitas calon tersangka itu.

” Kalau ada kerugian negara itu berarti ada pelaku Korupsi. Dan saya belum bisa menyebutkan siapa. Tunggu saja, dalam waktu dekat ini kami akan Lakukan gelar perkara dan sekalian dilanjutkan dengan penetapan tersangka,” kata Musa.

Sebelumnnya, Direktorat Krimsus Polda Sulbar, baru – baru ini bertemu dengan tim tindak KPK dengan membahas kasus besar yang saat ini ditangani Polda Sulbar.

” Ada empat kasus besar yang kami tangani dan Semuanya sudah naik sidik. Termasuk APK ini. Dan KPK menginginkan harus secepatnya didorong ke kejaksaan jika berkas Perkara nya sudah dinyatakan rampung,” pungkasnya.

Ilustrasi

Editor : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.